LENSAPOST.NET— Penguatan aqidah dan ibadah menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat Aceh yang tidak hanya taat menjalankan ajaran agama, tetapi juga memiliki kepedulian dan akhlak yang baik dalam kehidupan sosial.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, saat menjadi khatib sekaligus imam Salat Jumat di Masjid Al Mabrur, Jumat (4/9/2026).
Dalam khutbah bertema “Saling Tolong Menolong dalam Segala Aspek Kehidupan”, Misran mengajak jamaah untuk menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Islam tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga mengajarkan bagaimana membangun hubungan yang baik dengan sesama. Karena itu, ibadah yang dilakukan seorang Muslim diharapkan dapat tercermin dalam sikap, akhlak dan kepeduliannya terhadap lingkungan sekitar.
“Saling membantu, meringankan beban orang lain dan tidak bersikap acuh terhadap persoalan di sekitar merupakan bagian dari nilai-nilai yang diajarkan Islam,” pesan Misran dalam khutbahnya.
Aqidah Kuat, Ibadah Berdampak
Penguatan aqidah menjadi fondasi penting bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Dengan aqidah yang kuat, seorang Muslim memiliki pegangan dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan.

Sementara itu, ibadah merupakan bentuk nyata dari keyakinan tersebut. Pelaksanaan ibadah tidak semestinya berhenti sebagai kewajiban pribadi, tetapi juga diharapkan membentuk karakter dan akhlak dalam kehidupan bermasyarakat.
Misran menekankan, semakin baik pemahaman seseorang terhadap ajaran agama, seharusnya semakin baik pula perilakunya terhadap sesama.
Sikap saling tolong-menolong pun tidak selalu harus diwujudkan dalam bentuk materi. Masyarakat dapat membantu sesama melalui tenaga, waktu, perhatian, pemikiran maupun kepedulian terhadap mereka yang sedang menghadapi kesulitan.
Masjid sebagai Pusat Pembinaan Umat
Dalam upaya memperkuat pemahaman keagamaan masyarakat, masjid memiliki peran yang sangat strategis.
Masjid bukan hanya tempat melaksanakan salat, tetapi juga dapat menjadi pusat pembelajaran agama, pembinaan umat, ruang berdiskusi serta tempat membangun kepedulian sosial.
Khutbah Jumat menjadi salah satu sarana penting untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan secara langsung kepada masyarakat.
Melalui penguatan peran masjid, keluarga dan lingkungan pendidikan, pemahaman keislaman diharapkan semakin tertanam dan tidak berhenti pada pengetahuan semata, tetapi diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menjawab Tantangan Perubahan Zaman
Penguatan aqidah dan ibadah semakin relevan di tengah perubahan zaman yang berlangsung begitu cepat. Perkembangan teknologi dan media sosial membuat masyarakat, khususnya generasi muda, mudah mengakses berbagai informasi dari berbagai sumber.
Kondisi tersebut membutuhkan kemampuan untuk menyaring informasi dan pengaruh yang tidak semuanya sejalan dengan nilai agama maupun norma kehidupan.
Aqidah yang kuat dapat menjadi pegangan dalam menjaga keyakinan, sementara ibadah membentuk kebiasaan untuk tetap berada dalam tuntunan agama.
Karena itu, pendidikan dan pembinaan keagamaan perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keluarga, lembaga pendidikan, masjid dan lingkungan masyarakat.
Bagi Dinas Syariat Islam Aceh, penguatan pemahaman agama merupakan bagian penting dalam mendukung terwujudnya masyarakat Aceh yang Islami.
Masyarakat tidak hanya diharapkan mengetahui ajaran Islam, tetapi juga memahami, menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan saling tolong-menolong yang disampaikan dalam khutbah Jumat tersebut menjadi pengingat bahwa kualitas keberagamaan juga tercermin dari kepedulian seseorang terhadap orang lain.
Dengan aqidah yang kuat dan ibadah yang baik, diharapkan tumbuh masyarakat yang memiliki akhlak mulia, peduli terhadap sesama, serta mampu membangun kehidupan sosial yang saling membantu dan menjaga.
Penguatan nilai-nilai tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun kehidupan masyarakat Aceh yang semakin religius, harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam. (***)










