LENSAPOST.NET – Program kerja Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh tahun anggaran 2026 kembali menjadi sorotan publik.
Sejumlah kegiatan yang dirancang untuk memperkuat perlindungan perempuan dan anak dinilai masih didominasi agenda edukasi, publikasi, serta produksi konten media.
Berdasarkan data pengadaan yang telah terpublikasi, yang dilihat LensaPost pada Minggu 24 Mei 2026, total anggaran yang dialokasikan mencapai lebih dari Rp1,4 miliar.
Dana tersebut tersebar dalam berbagai paket kegiatan, mulai dari pelatihan, kampanye media, hingga produksi film edukatif.
Salah satu program yang mencuat adalah pelatihan pendidikan politik bagi perempuan di Kota Banda Aceh.
Kegiatan ini dianggarkan dalam dua paket dengan total sekitar Rp108,8 juta, yang bertujuan meningkatkan partisipasi serta pemahaman politik perempuan.
Namun demikian, porsi anggaran terbesar justru terserap pada sektor publikasi dan produksi media. Di antaranya, produksi film edukasi pencegahan kekerasan terhadap anak sebesar Rp200 juta, pembuatan video edukasi kekerasan terhadap perempuan dan anak Rp200 juta, serta publikasi media cetak penguatan jejaring perlindungan yang mencapai Rp303 juta.
Selain itu, program promosi perlindungan hak anak berbasis adat dan syariat juga menelan anggaran Rp200 juta. Sementara publikasi melalui media elektronik tercatat menghabiskan dana hingga Rp197 juta, belum termasuk belanja iklan media online serta kegiatan peringatan Hari Anak Nasional.
Untuk kebutuhan teknis kegiatan, seperti sewa gedung dan fasilitas pertemuan, juga terdapat sejumlah paket dengan nilai bervariasi yang menggunakan metode pengadaan dikecualikan.
Menariknya, sebagian besar paket dengan nilai besar menggunakan metode e-purchasing. Sementara paket lainnya dilakukan melalui pengadaan langsung dan skema dikecualikan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa pendekatan program DP3A Aceh masih bertumpu pada penyediaan jasa publikasi dan kegiatan berbasis event. []












