ACEH  

Walikota Sabang Minta Pemantauan Orang Asing Terarah dan Terkoordinasi

LENSAPOST.NET – Penjabat (Pj) Walikota Sabang Drs. Reza fahlevi, M.Si melalui Kepala Kesbangpol Kota Sabang T. Ramli Angkasa, SE, M.Si tidak menafikan soal keberadaan orang asing, organisasi asing, dan tenaga kerja asing dapat memberi dampak positif pada masyarakat dan negara.

“Maka keberadaan orang sing harus dipantau secara terarah, terkoordinasi dan berkesinambungan,” kata Reza Fahlevi pada kegiatan sosialisasi pemantauan orang asing dan tenaga kerja asing di daerah yang digelar Kesbangpol Aceh di Kota Sabang, Rabu (12/7/2024).

Reza menyampaikan itu melanjutkan implementasi dari peraturan menteri dalam negeri nomor 49 tahun 2010 tentang pedoman pemantauan orang asing dan organisasi masyarakat asing di daerah serta permendagri nomor 50 tahun 2010 tentang pemantauan tenaga kerja asing di daerah, dimana semangat dari kedua permendagri ini adalah dalam rangka menjamin keamanan, stabilitas politik, persatuan dan kesatuan serta kewaspadaan terhadap segala dampak negatif yang timbul akibat keberadaan orang asing, organisasi masyarakat asing, serta tenaga kerja asing di wilayah indonesia

“Jadi pemantauan orang asing, organisasi asing dan tenaga kerja asing menjadi tanggungjawab bersama. Tanggung jawab pemerintah provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya.

Reza juga menyampaikan penyalahgunaan izin keimigrasian oleh orang asing yang masuk ke wilayah Indonesia menjadi masalah tersendiri yang harus ditangani bersama.

“Aceh sebagai daerah destinasi wisata dan riset, tentu harus memiliki kewaspadaan yang tinggi terhadap berbagai modus penyalahgunaan izin imigrasi yang dilakukan orang asing, sehingga peran aktif sangat diharapkan dalam melakukan pemantauan,” katanya.

Disampaikan, hal ini selaras dengan arahan dirjen Kesbangpol Kementerian dalam negeri, tentang tingginya intensitas kunjungan jurnalis asing, syuting film asing ke daerah sehingga perlu ditingkatkan pengawasan dan pemantauan serta melakukan koordinasi dengan instansi terkait di daerah.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Bidang Penanganan Konflik dan kewaspadaan Nasional Dedy Adrian, Kapolres Sabang, Dandim 0112/Sabang, Kajari Sabang, Kepala Badan Kesbangpol Sabang, Unsur SKPK, Unsur intelijen Kota Sabang LSM/Ormas, jurnalis dan para tokoh kemasyarakatan, serta peserta dialog. []

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *