ACEH  

Staf Ahli Menag Serahkan SK Alih Bentuk STIS Ummul Ayman Menjadi IAI Ummul Ayman

LENSAPOST.NET — Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Dr. Faisal Ali Hasyim, menyerahkan Keputusan Menteri Agama (KMA) tentang alih bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Ummul Ayman menjadi Institut Agama Islam (IAI) Ummul Ayman, Senin (29/6/2026).

Penyerahan KMA tersebut menjadi tonggak baru bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Aceh, khususnya di Kabupaten Pidie Jaya. Acara ini turut dihadiri Bupati Pidie Jaya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh, jajaran yayasan, sivitas akademika, serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Faisal Ali Hasyim menyampaikan apresiasi atas peningkatan status STIS Ummul Ayman menjadi institut. Ia menegaskan, perubahan status tersebut harus diiringi dengan peningkatan mutu pendidikan, penelitian, dan tata kelola perguruan tinggi.

“Selamat kepada Ummul Ayman atas peningkatan status ini. Kami berharap seluruh sivitas akademika mampu meningkatkan kualitas, baik tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan,” ujarnya.

Faisal juga menekankan pentingnya penguatan budaya riset di lingkungan kampus. Ia mendorong para dosen untuk aktif melakukan penelitian dan mempublikasikannya pada jurnal bereputasi yang terindeks nasional maupun internasional, seperti SINTA dan Scopus.

Selain itu, peningkatan kualitas mahasiswa turut menjadi perhatian. Saat ini, IAI Ummul Ayman memiliki 839 mahasiswa dan ditargetkan berkembang menjadi 2.000 mahasiswa dalam lima tahun ke depan.

“Yang terpenting bukan hanya bertambah secara jumlah, tetapi juga meningkat kualitasnya. Mahasiswa harus mampu berpikir kritis, kreatif, dan inovatif agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja maupun masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Faisal mendorong pengembangan program studi yang ada. Saat ini IAI Ummul Ayman memiliki empat program studi yang diharapkan terus ditingkatkan hingga menjadi program unggulan melalui kurikulum yang adaptif dan inovatif.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana dalam menunjang kualitas pendidikan. Yayasan bersama rektorat diharapkan mampu menghadirkan lingkungan kampus yang representatif dan memadai.

“Sarana menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Yayasan dan rektorat harus terus membangun lingkungan kampus yang andal dan memadai,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Faisal menyampaikan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Ketua Yayasan Ummul Ayman, Tgk. H. Nuruzzahri Yahya atau Waled Nu, IAI Ummul Ayman akan terus berkembang dan memberikan kontribusi besar bagi masyarakat.

“Saya percaya, di bawah kepemimpinan Waled Nu, dengan keberkahan doa anak-anak yatim, IAI Ummul Ayman akan menjadi institusi pendidikan Islam yang semakin maju,” pungkasnya.