LENSAPOST.NET — Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh selama tiga hari, mulai 29 Juni hingga 1 Juli 2026. Kunjungan ini mencakup sejumlah agenda strategis, mulai dari peninjauan layanan penyelenggaraan ibadah haji hingga pembinaan aparatur dan silaturahmi dengan masyarakat.
Setibanya di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) pada Senin (29/6), Wamen Haji langsung bertolak menuju Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Di wilayah tersebut, ia dijadwalkan melaksanakan salat di Masjid Baitul Huda Blang Malu serta mengunjungi rumah jemaah haji penerima bantuan di Gampong Mayang Cut, Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Agenda hari pertama ditutup dengan kembali ke Banda Aceh melalui Jalan Tol Sigli–Banda Aceh.
Memasuki hari kedua, Selasa (30/6) dini hari, Wamen Haji akan menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Aceh di Bandara SIM dan Asrama Haji Kelas I Aceh. Usai melaksanakan salat Subuh berjamaah di Masjid Al-Mabrur, ia akan menyapa para jemaah yang baru kembali dari Tanah Suci serta menghadiri acara syukuran Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).
Selanjutnya, Wamen Haji dijadwalkan memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Haji dan Umrah se-Provinsi Aceh di Aula Jeddah Asrama Haji Kelas I Aceh. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Pada sore hari, Wamen Haji akan menyapa jemaah haji musim 1447 H/2026 M serta calon jemaah haji tahun 2027 di Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh. Kegiatan ini menjadi momentum silaturahmi sekaligus memberikan motivasi dan penguatan spiritual kepada masyarakat Aceh.
Malam harinya, Wamen Haji dijadwalkan menghadiri kegiatan bersama PW MPI Aceh sebelum beristirahat di Banda Aceh.
Rangkaian kunjungan kerja akan berakhir pada Rabu (1/7). Setelah menyelesaikan seluruh agenda di Banda Aceh, Wamen Haji dijadwalkan kembali ke Jakarta melalui Bandara Sultan Iskandar Muda.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji serta mempererat hubungan dengan masyarakat Aceh yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap penyelenggaraan ibadah haji.












