LENSAPOST.NET – Program penguatan wirausaha pemula yang dijalankan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Aceh pada tahun anggaran 2026 menunjukkan dominasi belanja peralatan usaha dalam skala besar.
Berdasarkan data pengadaan yang telah terpublikasi, puluhan paket kegiatan digelontorkan dengan total nilai mencapai miliaran rupiah.
Sebagian besar anggaran difokuskan pada bantuan barang, terutama becak mesin, peralatan usaha, hingga perlengkapan produksi bagi pelaku usaha pemula di berbagai kabupaten/kota.
Pengadaan becak mesin menjadi salah satu komponen terbesar dalam program ini.
Bantuan tersebut tersebar di sejumlah daerah seperti Pidie, Pidie Jaya, Aceh Utara, Simeulue, Bireuen, hingga Aceh Tenggara.
Nilai per paketnya bervariasi, bahkan ada yang mencapai lebih dari Rp1,3 miliar.
Selain becak mesin, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk berbagai jenis usaha lain, seperti:
Peralatan kuliner, menjahit, dan perbengkelan
Usaha dekorasi, wedding organizer, dan catering
Mesin jahit dan alat pangkas
Depot air minum isi ulang
Peralatan roti dan kue
Tak hanya itu, terdapat pula pengadaan alat multimedia seperti perangkat podcast serta perlengkapan fotografi dan videografi untuk mendukung pelaku usaha berbasis digital.
Di sisi lain, program ini juga mencakup kegiatan non-barang berupa pelatihan dan pendampingan. Beberapa di antaranya meliputi pelatihan go-digital, kewirausahaan bagi pemuda, bimbingan teknis home industri, hingga pendampingan digitalisasi UMKM.
Namun demikian, jika dilihat dari komposisi anggaran, porsi terbesar tetap terserap pada belanja fisik melalui mekanisme e-purchasing di E-Katalog.
Sementara kegiatan peningkatan kapasitas seperti pelatihan dan pendampingan relatif memiliki nilai lebih kecil.
Menariknya, hampir seluruh paket pengadaan barang masih berstatus “on process”, sementara kegiatan jasa seperti pelatihan dan konsultansi sebagian besar telah selesai dilaksanakan. []












