LENSAPOST.NET – Menjelang pelaksanaan ajang Persit Bisa 2026 yang akan digelar di Balai Kartini pada 7–9 Mei 2026, berbagai persiapan terus dimatangkan oleh UMKM Padusi Tapa binaan Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIX Kodim 0107/Aceh Selatan.
UMKM yang digagas oleh Sinar Hayani ini dipercaya mewakili Persit PD Iskandar Muda dalam ajang bergengsi tersebut. Kesempatan ini menjadi kebanggaan sekaligus momentum strategis untuk memperkenalkan produk olahan sereh wangi khas Aceh Selatan ke kancah nasional.
Dalam menghadapi pameran, berbagai persiapan dilakukan secara maksimal. Mulai dari peningkatan kualitas produk, pembaruan kemasan, hingga strategi promosi dan penataan display pameran. Sinar Hayani bersama tim memastikan setiap produk tampil lebih modern, menarik, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Untuk kebutuhan pameran, Padusi Tapa menyiapkan sekitar 600 produk dari berbagai varian unggulan berbahan dasar sereh wangi. Di antaranya minyak sereh wangi, lilin aromaterapi, sabun aromaterapi, pembersih lantai, sabun cuci piring, hingga roll-on sereh wangi. Seluruh produk dibuat secara bertahap dengan tetap mempertahankan kualitas bahan alami serta proses tradisional khas daerah.
Dalam proses produksinya, setiap pembuatan minyak sereh wangi menggunakan sekitar 7–8 kilogram sereh yang direbus selama kurang lebih 12 jam guna menghasilkan minyak berkualitas tinggi. Ketelitian dan konsistensi menjadi kunci utama agar produk yang ditampilkan benar-benar mencerminkan standar UMKM binaan Persit.
Tak hanya fokus pada produksi, Padusi Tapa juga memperkuat identitas merek dan strategi pemasaran. Label serta kemasan diperbarui agar lebih informatif dan menarik, sementara promosi melalui media sosial terus digencarkan untuk memperluas jangkauan pasar.
Bagi Sinar Hayani, keikutsertaan dalam Persit Bisa bukan sekadar ajang pameran, melainkan kesempatan untuk belajar, memperluas jaringan, serta mengenalkan potensi lokal Aceh Selatan kepada masyarakat luas. Dukungan dari keluarga besar Persit, rekan organisasi, dan masyarakat sekitar menjadi energi positif dalam setiap tahapan persiapan.
Sebagai istri prajurit dan anggota Persit, ia ingin membuktikan bahwa perempuan mampu mandiri, kreatif, dan produktif tanpa meninggalkan peran dalam keluarga. Semangat tersebut menjadi kekuatan utama Padusi Tapa dalam menembus panggung nasional.
Melalui ajang ini, Padusi Tapa berharap dapat memperluas jaringan pemasaran, meningkatkan nilai jual produk lokal, sekaligus menginspirasi perempuan lain untuk terus berkarya melalui usaha berbasis kearifan lokal.
Dari Tapaktuan untuk Indonesia, Padusi Tapa membawa pesan bahwa tradisi, kreativitas, dan ketangguhan perempuan dapat tumbuh menjadi kekuatan ekonomi yang membanggakan. (*)












