LENSAPOST.NET – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Banda Aceh bersama Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Banda Aceh menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Penyiaran Publik (LPP) RRI Banda Aceh melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Senin (28/6/2026).
Penandatanganan yang berlangsung di kantor RRI Banda Aceh ini menjadi langkah konkret dalam memperkuat penyebarluasan informasi, edukasi, serta program pembinaan keagamaan kepada masyarakat secara lebih luas di wilayah Banda Aceh.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, S.Pd., M.Ag., Kepala LPP RRI Banda Aceh, Muhsin Zein, S.E., Kepala Seksi Bimas Kemenag, Dr. H. Akhyar, M.Ag., serta jajaran pengurus IPARI Kota Banda Aceh.
Kasi Bimas Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. Akhyar, menyampaikan bahwa kerja sama ini sejatinya merupakan penguatan dari program yang telah berjalan sebelumnya.
“Program siaran keagamaan ini sebenarnya sudah berlangsung beberapa bulan terakhir. MoU ini menjadi langkah untuk memperkuat dan memperluas jangkauan program tersebut,” ujarnya.
Kepala Kemenag Kota Banda Aceh, Dr. H. Salman, menegaskan bahwa kolaborasi lintas lembaga ini sangat penting dalam menyebarkan pesan-pesan keagamaan yang menyejukkan dan membangun.
“Kami berharap melalui infrastruktur penyiaran RRI, program edukasi keagamaan dan penyuluhan yang dijalankan Kemenag dan IPARI dapat menjangkau masyarakat lebih luas, variatif, dan sesuai dengan kebutuhan publik,” kata Salman.
Sementara itu, Kepala RRI Banda Aceh, Muhsin Zein, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan komitmen RRI sebagai lembaga penyiaran publik untuk terus menghadirkan program-program yang edukatif dan berdampak positif bagi masyarakat.
“RRI siap menjadi ruang bagi penyebaran konten keagamaan yang mencerahkan dan membangun kualitas kehidupan masyarakat Aceh,” ujarnya.
Melalui kesepakatan ini, IPARI Kota Banda Aceh akan terlibat aktif dalam mengisi konten siaran keagamaan dan penyuluhan, baik melalui siaran radio maupun platform digital milik RRI.
Kolaborasi ini diharapkan mampu menghadirkan metode dakwah yang lebih adaptif, relevan dengan perkembangan zaman, serta memberikan pencerahan di tengah dinamika masyarakat modern.
(Ammar)












