LENSAPOST.NET — Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Aceh melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Kamis (30/4/2026). Sidak ini dilakukan sebagai respons atas berbagai keluhan masyarakat yang disampaikan melalui kanal pengaduan Ombudsman.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Ombudsman RI Aceh, Dian Rubianty, bersama jajaran keasistenan pemeriksaan laporan, pencegahan, serta bidang Penerimaan dan Verifikasi Laporan (PVL). Tim meninjau sejumlah titik layanan strategis, mulai dari Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang rawat inap, poliklinik, hingga layanan farmasi, termasuk sistem antrean dan alur pelayanan pasien.
Dari hasil pengawasan, Ombudsman menemukan sejumlah persoalan yang perlu segera dibenahi. Di antaranya terkait layanan farmasi, serta kondisi sarana dan prasarana rumah sakit. Beberapa temuan meliputi lift yang tidak berfungsi sehingga menyulitkan mobilitas pasien, pendingin ruangan (AC) yang tidak optimal, hingga kebocoran di beberapa kamar perawatan.
Dian Rubianty menegaskan bahwa berbagai temuan tersebut harus segera ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit agar tidak mengganggu kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Kami mendorong adanya perbaikan pada sistem maupun layanan yang masih belum sesuai, seperti akses, sarana dan prasarana, agar pelayanan yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Selain sidak, Ombudsman Aceh juga membuka layanan PVL On The Spot di lingkungan RSUDZA. Layanan ini memudahkan masyarakat, khususnya pasien dan keluarga pasien, untuk menyampaikan laporan atau pengaduan secara langsung terkait pelayanan yang diterima.
Ombudsman Aceh menegaskan komitmennya dalam mengawal penyelenggaraan pelayanan publik yang berkualitas serta mengimbau seluruh penyelenggara layanan kesehatan agar responsif terhadap setiap temuan.
“RSUDZA adalah rumah sakit rujukan terakhir di Aceh. Mari bekerja sama, agar layanan terbaik dapat dirasakan oleh masyarakat, sesuai ketentuan yang berlaku,” tutup Dian.












