LENSAPOST.NET – Polda Aceh masih terus melakukan penyidikan secara menyeluruh terkait insiden ledakan yang terjadi di KMP Aceh Hebat 2. Hingga kini, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) masih menunggu hasil pemeriksaan dari Laboratorium Forensik (Labfor) sebagai salah satu kunci untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol. Joko Krisdiyanto, S.I.K., menyampaikan bahwa sejak awal penanganan perkara, penyidik telah melakukan berbagai langkah, termasuk berkoordinasi dengan tim Labfor guna melakukan pemeriksaan di lokasi kejadian.
“Hasil pemeriksaan Laboratorium Forensik sangat penting karena akan menjadi dasar dalam mengungkap penyebab ledakan sekaligus menentukan arah penyidikan ke depan,” ujar Joko.
Selain itu, penyidik juga telah memeriksa sebanyak 12 orang saksi. Mereka terdiri dari petugas PT ASDP Indonesia Ferry, pihak sekolah yang menjadi korban, serta sejumlah saksi lain yang mengetahui peristiwa tersebut. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melengkapi alat bukti serta menyusun kronologi kejadian secara utuh.
Joko menjelaskan, hingga saat ini hasil Labfor belum diterima. Oleh karena itu, penyidikan masih difokuskan pada pendalaman seluruh kemungkinan penyebab ledakan, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun unsur pidana lainnya berdasarkan fakta dan bukti yang ada.
Sementara itu, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan status quo telah selesai dilaksanakan. Seiring dengan itu, garis polisi (police line) juga telah dicabut, dan kapal diserahkan kembali kepada pihak PT ASDP Indonesia Ferry untuk dilakukan pemeriksaan teknis serta perbaikan jika diperlukan.
Langkah tersebut diambil dengan mempertimbangkan bahwa KMP Aceh Hebat 2 merupakan salah satu sarana transportasi laut vital yang melayani mobilitas masyarakat pada lintasan Banda Aceh–Sabang.
“Penyidik akan terus bekerja secara profesional, objektif, dan berbasis alat bukti. Perkembangan penanganan perkara akan kami sampaikan setelah hasil Labfor diterima dan dianalisis,” tutup Joko.












