Antrean BBM Membludak di Banda Aceh

Antrian di SPBU Pertamina Lambhuk

LENSAPOST.NET – Antrean panjang kendaraan roda dua dan roda empat kembali terlihat di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Banda Aceh, Kamis 5 Maret 2026.

Pantauan di lapangan, salah satunya terjadi di SPBU kawasan Lingke, Banda Aceh. Antrean mobil dan sepeda motor tampak mengular hingga ke badan jalan.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Lambhuk dan Ulee Kareng. Di dua lokasi tersebut, antrean kendaraan terlihat lebih padat dibandingkan hari-hari biasanya.

Sementara itu, di berbagai platform media sosial juga beredar sejumlah unggahan yang memperlihatkan warga ikut mengantre dengan membawa jirigen untuk mendapatkan bahan bakar.

Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab terjadinya lonjakan antrean di sejumlah SPBU tersebut.

Dikutip dari laman ANTARA, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia meluruskan informasi yang beredar terkait kemampuan stok bahan bakar minyak (BBM) nasional yang disebut hanya cukup untuk 20 hari akibat dampak konflik di Timur Tengah.

Bahlil, menjelang rapat terbatas di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, menyatakan kapasitas tersebut bukanlah kondisi darurat, melainkan mencerminkan kemampuan daya tampung (storage) yang selama ini dimiliki Indonesia.

“Memang sejak dahulu, sudah sejak lama bahwa kemampuan storage atau daya tampung BBM kita di Republik Indonesia ini tidak lebih dari 21 sampai 25 hari,” ujarnya.

Menurutnya, standar minimal ketahanan stok nasional berada di kisaran 20–21 hari, sementara maksimalnya sekitar 25 hari. Dalam rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN), rata-rata ketahanan stok BBM nasional saat ini berada di level 22–23 hari.

Ia menjelaskan keterbatasan stok tersebut bukan karena pemerintah tidak mampu menyediakan pasokan, melainkan karena kapasitas tangki penyimpanan yang masih terbatas.

“Kalau kita mau tambah, kita simpan di mana? Storage-nya memang belum cukup,” kata Bahlil. []