LENSAPOST.NET — Berdasarkan hasil rekapitulasi yang berhasil dihimpun Kantor Pemerintah Kecamatan Julok Kabupaten Aceh Timur, jumlah hewan kurban yang disembelih mencapai 86 sapi dan 57 kambing/kibas.
Jumlah hewan kurban terbanyak disembelih di Gampong Blang Paoh Sa yakni 20 sapi. Bahkan di desa ini, dua sapi yang disembelih merupakan berasal dari warga diluar Aceh melalui Yakesma, dan diperioritaskan untuk korban banjir khususnya yang menetap di Hunian Sementara (Huntara) dalam Kecamatan Julok.
“Puluhan korban banjir yang menetap di Huntara dan inilah perioritas kita tahun ini pembagian daging kurban melalui pihak kecamatan, seperti di Huntara di Gampong Blang Gleum, Labuhan, Naleung dan Seumatang serta Tanjong Tok Blang,” kata Yanwar Fakhri, Perwakilan Yakesma Aceh Timur di Julok.
Lalu, hewan kurban yang disembelih selanjutnya yakni di Gampong Blang Gleum (6 sapi 4 kambing), Lhok Seuntang (2 sapi dan 2 kambing), Gampong Baro (6 sapi), Tumpok Teungoh (5 sapi), Seuneubok Baro (5 sapi 4 kambing), Blang Pauh Dua (3 sapi), Buket Seuraja (3 ekor sapi) dan Ladang Baro (2 sapi 3 kambing).
Selanjutnya, Gampong Buket Makmu (3 sapi), Tanjong Tok Blang (2 sapi), Kuala Geulumpang (6 sapi dan 4 kambing), Keude Kuta Binjei (2 sapi dan 2 kambing), Buket Dindeng (5 sapi 5 kambing), Ulee Blang (1 sapi 3 kibas), Seumatang (4 sapi dan 4 kambing), Ujong Tunong (5 sapi dan 9 kambing), Labuhan (1 sapi 2 kibas), dan Gampong Blang Uyok (14 sapi dan 14 kambing/kibas).
“Gampong terbanyak menyembelih hewan kurban yaitu di Blang Paoh Sa dengan total 20 sapi dan 1 kambing. Kemudian disusul Gampong Blang Uyok dengan total 14 sapi dan 14 kambing,” sebut Camat Julok, H. Muhammad Ishak, salam siaran pers, Kamis (28/5).
Semua hewan kurban, lanjut mantan Camat Peunaron itu, disembelih di desa masing-masing di lebaran pertama. Namun sebagian panitia memilih untuk penyembelihan di lebaran kedua dan ketiga. “Untuk pembagian daging hewan kurban, seperti biasa daging mentah di antar langsung ke penerimanya di desa masing-masing,” timpa H. Muhammad Ishak.
Menurut mantan Kasubbag Humas Setdakab Aceh Timur ini, jumlah hewan kurban yang disembelih tahun ini meningkat tajam dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut seiring meningkatnya kepedulian warga untuk berbagi dalam suasana lebaran Idul Adha.
“Semoga tahun depan jumlah warga yang berkurban lebih meningkat lagi, karena kurban yang dibagi sangat bermakna di mata mereka yang tidak mampu membeli daging di hari meugang,” ujar H. Muhammad Ishak.
Alumni Pascasarjana IAIN Sumatera Utara itu juga mengapresiasi partisipasi keuchik atau kepala desa yang telah mendata jumlah sapi kurban yang disembelih di desanya, sehingga rekapannya dapat diketahui masyarakat luas secara menyeluruh. “Kami yakin masih banyak hewan kurban yang disembelih tahun ini, namun sebagian berada di desa pedalaman yang sulit terjangkau sinyal handphone (HP), sehingga luput dari pendataan kami,” pungkas H. Muhammad Ishak. (***).












