Hafiz Asal Aceh Kecelakaan di Malang, BPPA Gerak Cepat Pastikan Penanganan Maksimal

LENSAPOST.NET–Pemerintah Aceh melalui Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) menunjukkan komitmen nyata dalam mengayomi warganya di perantauan. Di bawah instruksi langsung Gubernur Aceh Muzakir Manaf, BPPA bergerak cepat memberikan pendampingan bagi seorang hafiz asal Aceh yang mengalami kecelakaan di Malang, Jawa Timur.

Korban diketahui bernama Zaqhlul ammar (24) santri asal Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Pesantren Thursina IIBS Malang. mengalami musibah pada Kamis lalu saat dalam perjalanan menuju pesantren. Akibat kecelakaan tersebut, ia menderita patah tulang dan kini tengah menjalani perawatan intensif di rumah sakit Dr.Saiful Anwar di Malang sembari menunggu jadwal operasi.

Mendengar kabar tersebut, Kepala BPPA, Said Marzuki, didampingi Kepala Subbidang Hubungan Antar Lembaga, Sukirman Nur, langsung bertolak menjenguk korban. Kehadiran mereka memastikan bahwa setiap warga Aceh yang tertimpa kemalangan di luar daerah mendapatkan perhatian khusus dan tidak berjuang sendirian.

“Setiap apa pun hal yang menimpa masyarakat Aceh merupakan perhatian khusus kami. Hal ini sejalan dengan mandat dalam Pergub, di mana kami berkewajiban membina dan mengayomi warga Aceh di perantauan,” ujar Said Marzuki penuh empati saat menjenguk Hafizh di ruang perawatan, Minggu 19 April 2026.

Langkah ini juga menjadi penegasan atas instruksi Gubernur Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Fadhullah agar jajarannya selalu sigap hadir di tengah masyarakat.

“Ini adalah amanah Bapak Gubernur Muzakir Manaf berserta wagub dimana menegaskan bahwa Pemerintah Aceh harus selalu hadir dan peduli terhadap warganya di rantau, apalagi yang sedang menuntut ilmu seperti ananda zaqhlul ini. Kami ingin memastikan ia tertangani dengan maksimal hingga pulih kembali,” tambahnya.

BPPA memastikan akan terus memantau perkembangan kesehatannya dan berkoordinasi intensif dengan pihak rumah sakit serta Wakil ketua IPPMA (ikatan pemuda pelajar mahasiswa aceh) serta ketua KTR (Ketua tanah rencong ) malang bapak salahuddin agar proses operasi bisa di pantau dan berjalan lancar hingga masa pemulihan.

Aksi tanggap ini mempertegas bahwa sejauh apa pun warga Aceh melangkah, perlindungan dan perhatian dari Pemerintah Aceh akan tetap melekat sebagai bentuk tanggung jawab nyata seorang pengayom bagi masyarakatnya di tanah rantau