LENSAPOST.NET — Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata mengalokasikan anggaran miliaran rupiah untuk pengadaan lampu penerangan tenaga surya (solar cell) pada sejumlah objek wisata dan situs cagar budaya di beberapa kabupaten.
Dilihat LensaPost.net pada Selasa 19 Mei 2026, seluruh paket tersebut menggunakan metode E-Purchasing.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) tahun anggaran 2026, terdapat empat paket utama dengan total nilai mencapai Rp5,85 miliar yang tersebar di Aceh Besar, Pidie Jaya, Bener Meriah, dan Aceh Tengah.
Paket terbesar berada di Kabupaten Aceh Besar dengan nilai pagu Rp1,84 miliar melalui kegiatan “Pencahayaan Lampu Penerangan Tenaga Surya (PTS) Objek dan Destinasi Wisata”. Disusul Kabupaten Pidie Jaya sebesar Rp1,76 miliar untuk kegiatan serupa pada destinasi wisata.
Sementara itu, dua paket lainnya menyasar situs cagar budaya masing-masing di Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Tengah dengan nilai Rp1,125 miliar per paket. Kedua kegiatan tersebut mencakup pemasangan sekitar 25 unit lampu solar cell di tiap daerah.
Seluruh pengadaan dilakukan melalui metode E-Purchasing, yakni mekanisme pembelian langsung melalui katalog elektronik pemerintah (e-katalog).
Dari sisi jadwal, proses pemilihan penyedia untuk dua paket besar di Aceh Besar dan Pidie Jaya dijadwalkan berlangsung pada April 2026, dengan kontrak berjalan hingga Juni 2026. Sedangkan dua paket di wilayah tengah Aceh memiliki jadwal kontrak mulai Juni hingga Agustus 2026.
Menariknya, seluruh paket ini diklasifikasikan sebagai pengadaan barang dengan spesifikasi lampu solar cell serta masuk kategori produk dalam negeri dan usaha kecil, sekaligus memenuhi aspek pengadaan berkelanjutan (ekonomi, sosial, dan lingkungan). []












