Lensapost. netI Pidie Jaya— Konferensi Cabang (Konfercab) Ke-IV Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pidie Jaya berlangsung alot dan penuh interupsi hingga akhirnya menetapkan pasangan Abiya Yusri Gade sebagai Rais Syuriah dan Dr Tgk Ikhwani Daud Syah, MA (Abati Ikhwani) sebagai Ketua Tanfidziyah PCNU Pidie Jaya periode 2026-2031.
Konfercab yang digelar di aula Kampus STIS Ummul Ayman Pidie Jaya, Sabtu (16/5/2026), tersebut menjadi perhatian warga nahdliyin di negeri Japakeh karena sejak pra-konferensi telah berkembang sejumlah nama kandidat yang disebut akan maju sebagai calon nakhoda baru NU Pidie Jaya.
Beberapa nama yang mencuat di antaranya Tgk H Asbahani Arongan selaku Pimpinan Dayah Misbahudh Dhulam Al-Aziziyah Lueng Putu, Dr Tgk Ikhwani Daud Syah MA yang merupakan Ketua PCNU Pidie Jaya periode 2020-2025 sekaligus Pimpinan Dayah Sirajul Huda Al-Aziziyah Meureudu, serta Tgk Zahari MH yang sebelumnya menjabat Sekretaris PCNU Pidie Jaya dan kini bertugas sebagai Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Pidie Jaya.
Sementara itu, forum Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) sebelumnya telah menetapkan Pimpinan Dayah Ribatul Muta’lim Al-Aziziyah Meurah Dua, Tgk Yusri M Gade atau yang akrab disapa Abiya Yusri, sebagai Rais Syuriah PCNU Pidie Jaya.
Ketua Steering Committee (SC) Konfercab Tgk Almunzir mengatakan seluruh tahapan konferensi berjalan sesuai mekanisme organisasi Nahdlatul Ulama, meskipun dalam prosesnya sempat terjadi dinamika dan perdebatan panjang di forum.
Menurutnya, salah satu persoalan yang cukup alot dalam sidang konferensi berkaitan dengan syarat pencalonan salah satu kandidat, yakni Tgk H Asbahani Arongan.
“Forum sempat berlangsung cukup dinamis terkait syarat keterlibatan calon dalam struktur dan aktivitas organisasi NU beberapa tahun terakhir,” ujarnya.
Persoalan tersebut muncul karena sebagian peserta konferensi mempertanyakan kelengkapan syarat administrasi pencalonan yang dinilai belum memenuhi ketentuan organisasi.
Dalam sidang pleno, sejumlah interupsi peserta mewarnai jalannya forum. Bahkan suasana sempat memanas ketika peserta meminta Steering Committee menjelaskan secara rinci dasar aturan pencalonan ketua PCNU.
Menurut Tgk Almunzir, pihak SC kemudian melakukan musyawarah internal guna memastikan seluruh keputusan tetap berjalan sesuai aturan organisasi.
“SC telah melakukan musyawarah dan meminta pendapat forum berdasarkan aturan yang berlaku,” katanya.
Selain itu, Ketua PCNU Pidie Jaya Tgk H Asnawi M Amin juga turut membacakan ketentuan organisasi terkait syarat pencalonan ketua.
Setelah melalui pembahasan panjang, forum akhirnya memutuskan Tgk H Asbahani Arongan belum memenuhi syarat pencalonan karena tidak terdapat bukti keterlibatan organisasi yang dapat diperlihatkan dalam forum konferensi.
“Berdasarkan aturan organisasi dan hasil musyawarah forum, yang bersangkutan dianggap belum memenuhi syarat pencalonan,” ujar Tgk Almunzir.
Dengan keputusan tersebut, SC menetapkan hanya dua nama yang berhak maju sebagai calon Ketua PCNU Pidie Jaya periode 2026-2031, yakni Dr Tgk Ikhwani Daud Syah MA dan Tgk Zahari MH.
Namun demikian, dinamika konferensi belum sepenuhnya berakhir. Proses pemilihan ketua kembali berlangsung alot ketika peserta konferensi mencoba menempuh jalur musyawarah mufakat.
Perwakilan Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dari delapan kecamatan di Pidie Jaya kemudian melakukan musyawarah tertutup guna mencari titik temu di antara kedua kandidat.
Suasana forum terlihat penuh ketegangan. Pendukung kedua kubu tampak menunggu hasil musyawarah dengan penuh harapan.
“Semuanya berharap kandidat mereka bisa terpilih dan menjadi nakhoda baru NU negeri Japakeh,” ujar peserta konferensi, Tgk Juli Andika.
Karena musyawarah tidak mencapai kesepakatan final, forum akhirnya memutuskan pemilihan dilakukan melalui mekanisme voting.
Saat proses penghitungan suara berlangsung, Tgk Zahari sempat unggul lebih awal dengan meraih tiga suara pertama secara berturut-turut. Namun memasuki suara berikutnya, Dr Tgk Ikhwani Daud Syah MA berhasil membalikkan keadaan dengan memperoleh lima suara.
Hasil akhir voting menetapkan Tgk Zahari memperoleh tiga suara, sementara Tgk Ikhwani meraih lima suara dan kembali terpilih sebagai Ketua PCNU Pidie Jaya periode 2026-2031.
Keputusan tersebut disambut tepuk tangan peserta konferensi yang memenuhi ruang sidang pleno.
Tgk Almunzir berharap seluruh dinamika yang terjadi selama Konfercab dapat menjadi bagian dari pendewasaan organisasi dan memperkuat persatuan warga nahdliyin di Pidie Jaya.
“Perbedaan pandangan dalam musyawarah adalah hal biasa, tetapi ukhuwah dan persatuan jamiyah harus tetap dijaga,” pungkasnya.












