LENSAPOST.NET – Pemerintah Kabupaten Aceh Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat perdesaan melalui pembangunan infrastruktur strategis. Salah satunya dengan memulai pembangunan jembatan Armco di Kecamatan Pasie Raja.
Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Selatan, H. Mirwan MS, SE., M.Sos, pada Kamis (2/4/2026), menandai dimulainya proyek yang merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah dan TNI melalui Kodim 0107/Aceh Selatan.
Dalam sambutannya, Bupati Mirwan menegaskan bahwa infrastruktur jalan dan jembatan memiliki peran vital sebagai penopang aktivitas ekonomi, khususnya di wilayah pedesaan.
“Jalan dan jembatan yang baik adalah urat nadi perekonomian. Dengan akses yang lancar, distribusi hasil pertanian dan aktivitas warga akan semakin mudah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembangunan jembatan ini menggunakan teknologi Armco atau baja bergelombang yang dikenal praktis dalam pemasangan serta memiliki daya tahan tinggi terhadap beban kendaraan.
Menurutnya, proyek ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, tetapi juga menjadi simbol sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan daerah.
Bupati Mirwan turut menyampaikan apresiasi kepada jajaran Kodim 0107/Aceh Selatan atas keterlibatan aktif dalam proses pembangunan tersebut.
“Melalui kerja sama ini, kita berharap pembangunan dapat berjalan cepat, efisien, dan menghasilkan kualitas yang baik,” tambahnya.
Ia juga mengajak masyarakat Kecamatan Pasie Raja untuk bersama-sama menjaga dan merawat infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Jangan sampai fasilitas yang sudah dibangun dengan susah payah ini rusak karena kurangnya kepedulian,” tegasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Aceh Selatan, di antaranya Wakil Bupati, perwakilan DPRK, Dandim 0107, perwakilan Kapolres dan Kajari, Danyon 115 Macan Leuser, serta unsur Muspika Kecamatan Pasie Raja.
Pembangunan jembatan ini diharapkan mampu meningkatkan mobilitas masyarakat serta memperlancar arus barang dan jasa antar desa, sehingga membuka peluang ekonomi baru bagi warga setempat. (*)












