Umum  

Syarhil Quran Putri Aceh Angkat Ketahanan Keluarga di Tengah Disrupsi Digital

Tiga peserta Syarhil Quran Putri Kafilah Aceh tampil memukau pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).

LENSAPOST.NET – Pesan tentang pentingnya menjaga ketahanan keluarga di tengah derasnya perkembangan teknologi digital menjadi sorotan dalam penampilan tiga peserta Syarhil Quran Putri Kafilah Aceh pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026.

Ulfa Masturina, Ken Nevrety Banyu Bening, dan Naurah Clarisa tampil kompak dan percaya diri di Gedung Prof. Sudarto, S.H., Universitas Diponegoro (UNDIP), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (15/9/2026).

Mengangkat tema “Ketahanan Keluarga di Tengah Disrupsi Digital”, ketiganya menyampaikan syarahan yang merefleksikan fenomena kehidupan keluarga di tengah perubahan teknologi yang berlangsung begitu cepat.

Melalui penampilan tersebut, peserta Aceh tidak hanya menguraikan perkembangan teknologi digital, tetapi juga mengajak masyarakat melihat dampaknya terhadap pola komunikasi dan interaksi antaranggota keluarga.

Salah satu gambaran yang ditampilkan adalah situasi sederhana di meja makan. Anggota keluarga berada dalam satu tempat, namun masing-masing justru sibuk dengan telepon genggam. Fenomena tersebut menjadi ilustrasi bagaimana teknologi yang seharusnya mendekatkan dapat berubah menjadi sekat dalam hubungan keluarga.

Pesan yang disampaikan cukup jelas: kemajuan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat komunikasi dan keharmonisan keluarga, bukan menggantikannya.

Penampilan ketiga peserta Aceh tersebut turut disaksikan langsung Ketua Kafilah Aceh yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., bersama jajaran tim Kafilah Aceh.

Misran mengapresiasi penampilan ketiga peserta, terutama karena tema yang dibawakan dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat saat ini.

“Kami melihat tema ini sangat menarik dan relevan dengan kondisi sekarang. Saya terharu melihat penampilan mereka, karena pesan yang disampaikan begitu dekat dengan kehidupan kita,” ujar Misran.

Ia juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa Aceh yang sedang menempuh pendidikan di Semarang dan menyempatkan diri hadir memberikan dukungan secara langsung di lokasi perlombaan.

“Terima kasih kepada mahasiswa Aceh di Semarang yang sudah hadir dan memberikan semangat. Dukungan ini sangat berarti bagi peserta kita yang sedang membawa nama Aceh,” katanya.

IST

Menurut Misran, kehadiran jajaran Kafilah Aceh di setiap venue merupakan bagian dari upaya memastikan para peserta memperoleh dukungan selama mengikuti rangkaian MTQ Nasional XXXI.

“Kami bersama seluruh tim akan terus membersamai dan menyaksikan langsung penampilan peserta. Kita ingin mereka merasa tidak sendiri dan bisa tampil maksimal membawa nama Aceh,” ujarnya.

Kehadiran mahasiswa Aceh turut membuat atmosfer perlombaan semakin semarak. Sorakan dukungan dan tepuk tangan terdengar selama penampilan Ulfa, Ken Nevrety, dan Naurah.

Dukungan tersebut menjadi energi tambahan bagi ketiganya untuk menyampaikan syarahan dengan penuh percaya diri di hadapan dewan hakim dan penonton.

Penampilan Syarhil Quran Putri Aceh pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 pun tidak sekadar menjadi bagian dari kompetisi. Di balik materi yang disampaikan, terdapat pesan sosial yang relevan bagi kehidupan sehari-hari: di tengah kemajuan teknologi, keluarga tetap membutuhkan komunikasi, perhatian, dan kehadiran nyata dari setiap anggotanya.

Melalui panggung MTQ Nasional, pesan tersebut disampaikan dengan bahasa keagamaan sekaligus refleksi terhadap kehidupan masyarakat di era digital.