LENSAPOST.NET– Ketua Umum Lembaga Peumulia Bangsa Atjeh (PBA), Subki Mohammad Bintang, meminta Baitul Mal Aceh (BMA) mengeluarkan instruksi resmi kepada seluruh Baitul Mal Gampong (BMG) agar memperbaiki kualitas pelayanan terhadap fakir miskin di Aceh.
Subki menilai BMG memiliki posisi strategis karena menjadi lembaga yang paling dekat dengan kondisi masyarakat di tingkat gampong. Karena itu, pengelolaan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf harus benar-benar memberikan manfaat kepada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.
“Fakir miskin adalah tanggung jawab bersama. Baitul Mal dari tingkat pusat hingga gampong ada untuk memastikan tidak ada warga Aceh yang hidup dalam kesulitan yang tidak perlu. Dana umat harus kembali kepada umat, dan yang paling berhak menerima adalah mereka yang paling membutuhkan,” tegas Subki, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, BMA perlu memperkuat arahan kepada seluruh BMG melalui sejumlah langkah konkret.
Pertama, BMG harus melakukan pemutakhiran data fakir miskin secara berkala dan akurat, termasuk kondisi tempat tinggal, mata pencaharian, jumlah tanggungan, serta kebutuhan mendesak masyarakat.
Kedua, pelayanan harus dilakukan secara cepat, santun dan tanpa diskriminasi. Prosedur pengajuan bantuan juga diharapkan sederhana dan mudah diakses masyarakat yang membutuhkan.
Ketiga, bantuan harus tepat sasaran dan tidak semata-mata bersifat sementara. Selain bantuan pangan, BMG diharapkan memperhatikan kebutuhan kesehatan, pendidikan anak hingga pemberdayaan ekonomi melalui bantuan modal usaha.
“Pelayanan kepada masyarakat harus dilakukan dengan penuh penghormatan. Jangan sampai warga yang datang karena membutuhkan bantuan justru merasa dipersulit,” ujarnya.
Subki juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana umat. Menurutnya, masyarakat perlu mengetahui jumlah dana yang diterima, sumber dana serta penerima manfaatnya.
Selain itu, BMG diminta memperkuat sinergi dengan pemerintah gampong, Keuchik, Tuha Peut dan tokoh masyarakat untuk memastikan tidak ada fakir miskin yang terlewat dari pendataan maupun pelayanan.
“Jadikan BMG sebagai rumah yang meneduhkan, bukan tempat yang menyulitkan. Pelayanan yang baik adalah cermin amanah yang kita emban,” pungkas Subki Mohammad Bintang.












