Surat Terbuka DNA ke AHY Jelang Musda Demokrat Aceh, Singgung Perubahan Arah Dukungan DPC

AHY bersama Bendahara DPD, Nurdiansyah Alasta

LENSAPOST.NET – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Demokrat Aceh, Bendahara DPD, Nurdiansyah Alasta, menyampaikan surat terbuka kepada Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono.

Dalam surat tersebut, Nurdiansyah—yang akrab disapa DNA—mengaku telah mengantongi dukungan dari 18 DPC se-Aceh. Ia menyebut, sebelum maju sebagai calon ketua DPD, dirinya terlebih dahulu meminta restu kepada Teuku Riefky Harsya.

“Pada awal proses Musda, saya terlebih dahulu meminta restu kepada Bapak Teuku Riefky Harsya sebagai tokoh dan senior kami. Saat itu beliau menyampaikan persetujuan,” tulisnya.

Ia juga menyebut para ketua DPC yang mendukungnya bahkan telah dibawa ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky sebagai bentuk keseriusan mengikuti mekanisme partai.

Namun, menurutnya, situasi berubah setelah kepemimpinan DPD Demokrat Aceh dijalankan oleh Plt Ketua DPD, Riyan Firmansyah.

Menjelang Musda, Nurdiansyah mengaku mendapat informasi bahwa Teuku Riefky menghubungi satu per satu ketua DPC untuk mengalihkan dukungan kepada kandidat lain, yakni Sayuti Abubakar.

Sayuti sendiri diketahui merupakan mantan calon anggota DPR RI dari PKB pada Pemilu 2019, serta saat ini menjabat sebagai Wali Kota Lhokseumawe dan pernah menjadi Sekretaris Majelis Tinggi Partai Nanggroe Aceh.

“Sampai hari ini saya tidak mengetahui apa kesalahan saya. Saya juga mendengar berbagai tuduhan yang tidak pernah diklarifikasi kepada saya,” ujarnya.

Nurdiansyah mengaku telah berulang kali memohon waktu untuk bertemu langsung dengan Teuku Riefky guna menyampaikan penjelasan secara terbuka, namun belum mendapatkan kesempatan tersebut.

Meski demikian, ia menegaskan surat terbukanya bukan untuk menyalahkan pihak mana pun.

“Saya hanya berharap Bapak mengetahui apa yang saya alami dari sudut pandang saya sebagai kader yang berkarier dari bawah, membangun dukungan secara terbuka, dan mengikuti mekanisme partai dengan itikad baik,” tulisnya kepada AHY.

Ia juga menyatakan tetap percaya bahwa Partai Demokrat menjunjung tinggi kaderisasi, keadilan, dan kompetisi yang sehat. Apa pun keputusan partai nantinya, ia memastikan akan menghormatinya.

“Saya tetap setia kepada Partai Demokrat dan tetap menghormati seluruh keputusan ketua umum,” demikian Nurdiansyah. (*)