Isu Mosi Tak Percaya 67 Anggota DPRA Dinilai Operasi Politik Adu Domba

Soliditas di Bawah Zulfadhli Ditegaskan Tetap Kokoh

Anggota DPRA Dapil 9, Romi Syah Putra,

LENSAPOST.NET — Isu yang menyebutkan 67 anggota DPRA melayangkan mosi tidak percaya terhadap Ketua DPR Aceh, Zulfadhli, mulai dibaca sebagai manuver politik yang sarat kepentingan dan berpotensi mengganggu stabilitas internal lembaga legislatif Aceh.

Anggota DPRA dari Dapil 9, Romi Syah Putra, secara tegas membantah kabar tersebut. Ia menilai narasi mosi tidak percaya bukan sekadar informasi keliru, melainkan bagian dari skenario politik untuk mengadu domba dan meretakkan soliditas antaranggota dewan.

“Ini bukan sekadar isu, tapi sudah mengarah pada intrik politik yang sengaja dimainkan untuk memecah belah internal DPRA.

Faktanya, sampai hari ini tidak ada mosi tidak percaya,” tegas Romi dalam rilis yang diterima, Kamis (19/3/2026) kemarin.

Menurutnya, di tengah dinamika politik Aceh yang kian kompleks, kepemimpinan Ketua DPRA Zulfadhli justru dinilai mampu menjaga komunikasi lintas fraksi tetap cair dan konstruktif. Hal itu, kata dia, menjadi alasan kuat mengapa tidak ada urgensi untuk menggulirkan mosi tidak percaya.

“Ketua DPRA masih sangat komunikatif dan mampu merangkul semua fraksi. Jadi narasi mosi ini tidak punya dasar politik yang kuat,” ujarnya.

Romi juga mengingatkan bahwa penyebaran isu semacam ini berpotensi menciptakan distrust publik terhadap lembaga legislatif, sekaligus mengalihkan fokus DPRA dari agenda strategis yang menyangkut kepentingan rakyat Aceh.

Ia menilai, jika dibiarkan, framing semacam ini bisa menjadi alat delegitimasi terhadap kepemimpinan yang sah dan memperkeruh situasi politik daerah.

“Kami melihat ini sebagai upaya membangun opini untuk melemahkan institusi. Padahal, DPRA saat ini tetap solid dan bekerja seperti biasa,” katanya.

Lebih lanjut, Romi mengajak seluruh pihak untuk menghentikan politik insinuasi dan tidak menjadikan ruang publik sebagai arena propaganda yang kontraproduktif.
“Jangan jadikan isu ini sebagai alat saling menjatuhkan. Yang dibutuhkan hari ini adalah stabilitas politik dan fokus pada kerja nyata untuk rakyat. DPRA tetap solid mendukung kepemimpinan Ketua DPRA Zulfadhli,” pungkasnya. []