FJA Minta Legislator Sisihkan Pokir untuk Bangun Rumah Dhuafa di Abdya

LENSAPOST.NET — Ketua Forum Jurnalis Aceh (FJA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), Rusman, meminta anggota DPRK setempat agar menyisihkan anggaran Pokok Pikiran (Pokir) untuk membangun rumah layak huni bagi kaum dhuafa.

Permintaan tersebut disampaikan di tengah masih banyaknya warga di kabupaten yang dijuluki “Bumoe Breuh Sigupai” itu yang tinggal di rumah tidak layak huni.

“Anggota dewan itu lahir dari konstituen, dari suara rakyat. Jadi tidak ada alasan untuk tidak hadir bagi masyarakatnya. Pokir itu instrumen resmi dewan untuk menjawab kebutuhan warga, termasuk soal rumah tidak layak huni seperti yang dialami dhuafa,” tegas Rusman, Jumat (17/04/2026).

Ia menilai, dorongan tersebut bukan tanpa alasan, melainkan berkaitan dengan legitimasi, tanggung jawab, dan akuntabilitas anggota legislatif terhadap masyarakat.

“Anggota dewan ada karena dipilih rakyat. Pokir bukan ‘uang pribadi dewan’, tetapi dana aspirasi yang wajib dikembalikan ke konstituen dalam bentuk program. Kalau masih ada warga dhuafa yang belum tersentuh, artinya kehadiran dewan perlu dievaluasi,” ujarnya.

FJA juga menyayangkan jika selama ini penanganan rumah dhuafa terkesan hanya menjadi beban pihak eksekutif.

“Anggota dewan jangan hanya diam. Dewan lahir dari konstituen, maka sudah sepatutnya hadir lewat pokir. Jangan sampai rakyat menilai dewan hanya ada saat pemilu,” imbuhnya.

Menurut Rusman, selain DPRK Abdya, anggota DPR Aceh juga memiliki tanggung jawab moral dan politis. Melalui pokir tingkat provinsi, jangkauan program dapat lebih luas dengan nilai anggaran yang lebih besar.

“Pokir DPRA bisa mencakup pembangunan rumah sekaligus fasilitas sanitasi seperti MCK bagi dhuafa. Biasanya kalau DPRA turun, anggota DPRK juga ikut bergerak bersama,” jelasnya.

Ia berharap anggota DPR Aceh dapat melihat kondisi masyarakat, khususnya di daerah pemilihannya di Abdya, untuk mendorong pembangunan rumah layak huni bagi warga dhuafa.

“Semoga anggota DPR Aceh saat ini dapat melihat kondisi masyarakat, khususnya di Abdya, dan turut berperan dalam pembangunan rumah dhuafa,” pungkas Rusman.