LENSAPOST.NET— Langkah Kafilah Aceh menuju Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-31 di Provinsi Jawa Tengah terus dimatangkan. Bukan hanya kemampuan teknis yang diasah, tetapi juga kesiapan mental dan penguatan kecintaan terhadap Al-Qur’an.
Sebanyak 58 peserta, 14 pelatih dan sembilan official saat ini menjalani Training Center (TC) Tahap IV di Gedung LPTQ Aceh, Minggu (6/9/2026). Pembinaan tersebut berlangsung hingga 10 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian persiapan sebelum Kafilah Aceh tampil di ajang MTQN tingkat nasional.
TC Tahap IV dibuka langsung Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., MAP, didampingi Kepala UPTD PPQ Aceh, Irwan, S.Hi., M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Misran juga memberikan pembekalan kepada para peserta.
Bagi Kafilah Aceh, TC bukan sekadar menambah porsi latihan menjelang perlombaan. Setiap tahapan pembinaan menjadi ruang untuk mengevaluasi kemampuan, memperbaiki kekurangan sekaligus membangun kesiapan mental agar para peserta mampu tampil optimal saat berhadapan dengan kafilah dari berbagai provinsi.
Namun, di balik target prestasi yang ingin dicapai, terdapat pesan yang lebih besar. Pembinaan Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti ketika perlombaan berakhir.
Misran Fuadi menegaskan, kesempatan menjadi bagian dari Kafilah Aceh hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an.
“Yang kita harapkan bukan hanya bagaimana anak-anak kita tampil dan meraih juara. Mereka juga harus semakin dekat dengan Al-Qur’an, terus belajar dan memahami apa yang mereka baca,” kata Misran.
Menurutnya, kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik merupakan fondasi penting. Namun, kecintaan terhadap Al-Qur’an tidak cukup hanya ditunjukkan melalui kemampuan tampil di atas panggung musabaqah.
Al-Qur’an harus dipahami dan nilai-nilainya diupayakan hadir dalam kehidupan sehari-hari.
“Jangan sampai Al-Qur’an hanya dipelajari ketika ada MTQ. Setelah selesai perlombaan, selesai pula membaca dan mempelajarinya. Harapan kita tentu lebih dari itu,” ujarnya.
Mengasah Prestasi, Menanamkan Kecintaan kepada Al-Qur’an
Dalam setiap tahapan TC, peserta mendapatkan pembinaan sesuai cabang yang diikuti. Ada yang memperkuat bacaan, hafalan, pemahaman maupun teknik penyajian. Setiap cabang memiliki tuntutan kemampuan yang berbeda, tetapi seluruh proses pembinaan bermuara pada satu tujuan, yakni membangun generasi yang dekat dengan Al-Qur’an.
Karena itu, keberhasilan pembinaan tidak hanya diukur dari kemampuan peserta meraih prestasi di MTQN. Lebih jauh, proses tersebut diharapkan membentuk kebiasaan belajar Al-Qur’an secara berkelanjutan.
Kedisiplinan, kesungguhan, kesabaran dan akhlak menjadi nilai yang diharapkan tumbuh seiring dengan peningkatan kemampuan peserta.
Pesan tersebut dinilai semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat. Anak-anak dan generasi muda kini tumbuh berdampingan dengan teknologi dan media sosial yang menghadirkan begitu banyak informasi.
Misran mengatakan, penguasaan teknologi dan kemampuan mengikuti perkembangan zaman merupakan sesuatu yang penting. Namun, kemajuan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan aqidah dan pemahaman agama.
“Aqidah harus kuat, ibadah juga harus baik. Anak-anak kita boleh maju, menguasai teknologi dan punya prestasi, tetapi jangan sampai kehilangan pegangan agama,” katanya.
Menurutnya, Al-Qur’an dapat menjadi salah satu fondasi dalam membangun generasi muda yang mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai dan pegangan hidup.
Membaca Al-Qur’an menjadi kebiasaan, memahami kandungannya, kemudian berusaha mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan merupakan bagian penting dari pembinaan.
Dengan demikian, pembinaan tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz maupun peserta berprestasi pada berbagai cabang MTQ. Lebih dari itu, diharapkan lahir generasi muda Aceh yang memiliki kecintaan dan kedekatan dengan Al-Qur’an.
Pembinaan Berkelanjutan untuk Prestasi Aceh
Komitmen terhadap pembinaan juga menjadi perhatian LPTQ Aceh. Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. H. Hajarul Akbar, MA, menilai pembinaan kafilah harus dilakukan secara serius, terarah dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan pengalaman MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah. Saat itu, Aceh mampu meraih peringkat keempat setelah menjalani proses training selama delapan bulan.
Pengalaman tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperkuat pola pembinaan kafilah Aceh ke depan. Terlebih, Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQN 2028.
Karena itu, pembinaan dinilai tidak seharusnya hanya dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ. Proses pembinaan perlu berjalan secara berkesinambungan agar potensi-potensi baru dapat ditemukan, dipersiapkan dan dikembangkan sejak dini.
Sementara itu, saat pelepasan Kafilah Aceh menuju MTQN ke-31, Plt Sekda Aceh Taufik, ST, M.Si, turut mengingatkan seluruh peserta agar menjaga kesehatan, stamina dan perilaku selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Para peserta juga diminta berangkat dengan niat yang baik, penuh keyakinan dan semangat untuk memberikan kemampuan terbaik bagi Aceh.
Membawa Nama Aceh dan Semangat Al-Qur’an
TC Tahap IV menjadi salah satu tahapan penting dalam perjalanan Kafilah Aceh menuju MTQN ke-31. Lima hari pembinaan dimanfaatkan untuk memperbaiki berbagai kekurangan dan mematangkan persiapan sebelum memasuki tahapan berikutnya.
Target prestasi tentu menjadi bagian dari perjuangan mereka. Namun, ada misi yang lebih panjang yang ikut dibawa.
Kafilah Aceh diharapkan tidak hanya mampu bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat nasional, tetapi juga menjadi bagian dari generasi muda yang mencintai, memahami dan mengamalkan Al-Qur’an.
Sebab, keberhasilan pembinaan Al-Qur’an pada akhirnya tidak hanya ditentukan oleh jumlah piala yang berhasil dibawa pulang.
Ukuran yang lebih penting adalah bagaimana Al-Qur’an tetap dekat dengan kehidupan para peserta setelah MTQ berakhir—terus dibaca, dipahami dan dijadikan pegangan dalam menjaga aqidah, ibadah serta akhlak.
Dari Gedung LPTQ Aceh, proses itu terus ditempa. Prestasi menjadi target, tetapi kecintaan kepada Al-Qur’an menjadi bekal yang diharapkan bertahan jauh setelah panggung MTQN selesai.












