LENSAPOST.NET – Pemerintah Aceh menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembinaan dan pengembangan generasi Qur’ani dengan melepas Kafilah Aceh yang akan mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur’an Tingkat Nasional (MTQN) ke-31 di Provinsi Jawa Tengah.
Pelepasan kafilah dilakukan secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, ST, M.Si, di Gedung Serbaguna Sekretariat Daerah Aceh, Kamis (3/9).
Dalam kesempatan tersebut, Taufik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan dalam mempersiapkan Kafilah Aceh, mulai dari Dinas Syariat Islam Aceh, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Aceh, para pelatih, official, hingga seluruh peserta.
Ia berharap seluruh kafilah dapat tampil maksimal dengan membawa semangat, keyakinan, serta tekad untuk memberikan prestasi terbaik bagi Aceh.
“Berangkatlah dengan niat yang baik, dengan keyakinan, ketekunan, dan semangat untuk memberikan yang terbaik. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kelancaran, ketenangan, dan kemampuan sehingga saudara-saudara dapat tampil secara optimal serta meraih prestasi yang membanggakan,” ujar Taufik.
Selain kesiapan dalam perlombaan, Taufik juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesehatan dan stamina selama mengikuti rangkaian MTQN. Sebagai duta Aceh, para kafilah juga diminta menjaga sikap, menunjukkan keramahan dan kesantunan, serta menjaga nama baik daerah selama berada di Jawa Tengah.
Sementara itu, Kepala Dinas Syariat Islam Aceh sekaligus Ketua Kafilah Aceh, Misran Fuadi, S.Ag., MAP, melaporkan bahwa Aceh telah memenuhi kuota peserta untuk seluruh cabang yang diperlombakan pada MTQN ke-31.
Kafilah Aceh yang diberangkatkan terdiri atas 58 peserta, 14 pelatih, dan 9 official, sehingga total mencapai 81 orang. Seluruh peserta sebelumnya telah mengikuti rangkaian training dan persiapan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.
Ketua Harian LPTQ Aceh, Dr. H. Hajarul Akbar, MA, menilai pembinaan kafilah ke depan perlu dilakukan secara lebih serius, terarah, dan berkelanjutan.
Ia mengingatkan pengalaman pembinaan menjelang MTQ Nasional 2003 di Kalimantan Tengah. Saat itu, Aceh mampu meraih peringkat keempat dengan dukungan masa training yang berlangsung hingga delapan bulan.
Pengalaman tersebut, menurut Hajarul Akbar, dapat menjadi salah satu rujukan dalam menyusun roadmap pembinaan kafilah Aceh ke depan. Terlebih, Aceh diproyeksikan menjadi tuan rumah MTQN 2028.
“Pembinaan harus memiliki roadmap yang jelas. Kita perlu mempersiapkan kafilah secara lebih terarah dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga mengingatkan para peserta untuk menjaga kesiapan mental dan tidak terbebani oleh persaingan. Para kafilah diminta fokus pada kemampuan masing-masing dan memberikan penampilan terbaik.
Pelepasan Kafilah Aceh ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Aceh bersama Dinas Syariat Islam dan LPTQ Aceh dalam memperkuat pembinaan generasi Qur’ani.
Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya melahirkan prestasi pada MTQN ke-31, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk mempersiapkan generasi Qur’ani Aceh menghadapi berbagai ajang nasional pada masa mendatang.
Dengan persiapan yang telah dilakukan, Kafilah Aceh diharapkan mampu tampil optimal, membawa nama baik daerah, serta mengharumkan Aceh melalui prestasi dan akhlak selama mengikuti MTQN ke-31 di Jawa Tengah. (***)












