LENSAPOST.NET – Komitmen Polres Aceh Tenggara dalam membina para tahanan tidak berhenti pada penegakan hukum semata. Di bawah kepemimpinan Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.H., S.I.K., M.I.K., pembinaan juga dilakukan melalui pendekatan spiritual dengan menghadirkan Ustaz Sarkawi dan Ustaz Subandi untuk memberikan tausiah kepada para tahanan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Aceh Tenggara, Jumat 10 Juli 2026.
Kegiatan tersebut menjadi langkah nyata membangun kesadaran moral agar para tahanan memiliki tekad kuat memperbaiki diri dan tidak kembali melakukan pelanggaran hukum.
Pembinaan rohani yang berlangsung di Rutan Polres Aceh Tenggara itu diikuti seluruh tahanan dalam suasana khidmat dan penuh kekhusyukan. Rangkaian kegiatan diisi dengan tausiah agama, doa bersama, serta siraman rohani yang mengajak para peserta mendekatkan diri kepada Allah SWT, memperkuat keimanan, dan menjadikan masa menjalani proses hukum sebagai momentum untuk melakukan introspeksi diri.
Dalam kegiatan tersebut, para tahanan tampak mengikuti setiap rangkaian acara dengan tertib. Mereka mendengarkan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya penyesalan atas kesalahan yang telah dilakukan, memperbanyak ibadah, serta membangun niat yang tulus untuk menjalani kehidupan yang lebih baik setelah menyelesaikan proses hukum.
Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri menegaskan bahwa pembinaan terhadap para tahanan merupakan bagian dari tanggung jawab kepolisian yang tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan. Menurutnya, setiap individu memiliki hak untuk memperoleh kesempatan memperbaiki diri melalui pembinaan yang berkelanjutan.
“Setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah. Kami berharap melalui pembinaan keagamaan ini, para tahanan dapat mengambil hikmah, memperkuat keimanan, serta membangun tekad untuk tidak mengulangi perbuatan yang melanggar hukum,” tegas Kapolres.
Ia menambahkan, pembinaan spiritual menjadi salah satu upaya membentuk karakter para tahanan agar memiliki kesadaran hukum yang lebih baik. Dengan bekal nilai-nilai agama, diharapkan mereka mampu menjalani kehidupan yang lebih bertanggung jawab setelah kembali ke tengah masyarakat.
Sementara itu, dalam tausiahnya, Ustaz Sarkawi mengingatkan bahwa tidak ada manusia yang luput dari kesalahan. Namun, menurutnya, Allah SWT selalu membuka pintu taubat bagi siapa saja yang benar-benar ingin memperbaiki diri dengan sungguh-sungguh.
Ia mengajak para tahanan agar tidak larut dalam penyesalan, melainkan menjadikan masa tahanan sebagai kesempatan untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki akhlak, serta memperkuat hubungan dengan Allah SWT. Menurutnya, perubahan sejati harus dimulai dari hati yang ikhlas dan niat yang kuat.
Senada dengan itu, Ustaz Subandi menyampaikan bahwa setiap ujian hidup mengandung hikmah apabila disikapi dengan kesabaran dan keikhlasan. Ia mengajak seluruh tahanan untuk menjadikan cobaan yang sedang dihadapi sebagai pelajaran berharga dalam menjalani kehidupan ke depan.
Menurutnya, seseorang yang mampu mengambil hikmah dari kesalahan akan memiliki peluang besar untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Karena itu, ia berharap seluruh peserta tausiah tidak menyia-nyiakan kesempatan memperbaiki diri selama menjalani masa tahanan.
Program pembinaan rohani tersebut merupakan bagian dari komitmen Polres Aceh Tenggara dalam menerapkan pendekatan humanis terhadap para tahanan. Selain memastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan, kepolisian juga berupaya memberikan pembinaan moral dan spiritual agar para tahanan memiliki bekal ketika kembali ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Aceh Tenggara ingin menegaskan bahwa proses pembinaan bukan sekadar menjalani hukuman, melainkan juga membangun karakter, memperkuat keimanan, dan menumbuhkan kesadaran untuk hidup sesuai norma hukum serta ajaran agama. Pendekatan ini diharapkan mampu menekan angka pengulangan tindak pidana sekaligus menciptakan individu yang lebih bertanggung jawab. []












