Program Pengadaan Diduga Bukan dari Aspirasi Dayah: Kana Ureng Yue Peuget Proposal

Dinas Pendidikan Dayah Aceh [Dok. LensaPost]

LENSAPOST.NET– Dugaan bahwa sejumlah program pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh tidak berangkat dari kebutuhan riil mulai mengemuka.

Program yang disorot meliputi pengadaan kain sarung untuk dayah yang dibagi dalam lima zona, serta pengadaan ranjang dan kasur melalui sistem e-katalog dengan nilai mencapai miliaran rupiah.

Informasi terbaru yang diperoleh LensaPost dari kalangan internal dayah semakin menguatkan dugaan tersebut.

Sumber menyebutkan bahwa program justru disusun lebih dahulu, sementara proposal dari pihak dayah diminta belakangan.

Ia bahkan mengaku diminta oleh pihak tertentu untuk menyusun proposal terkait pengadaan tersebut, setelah program dirancang.

“Nyoe buklam, kana ureng yue peuget proposal bak lon perihal kain sarung, ranjang dan lain-lain,” ujarnya dalam bahasa Aceh, Sabtu (13/6/2026).

Pernyataan itu mengindikasikan adanya arahan untuk menyiapkan dokumen administrasi sebagai pelengkap program yang telah lebih dulu ditetapkan.

Sumber juga menyebut bahwa pihak yang meminta penyusunan proposal merupakan bagian dari tim tertentu yang terlibat dalam pelaksanaan program tersebut.

Sebelumnya, LensaPost telah memberitakan dugaan bahwa sejumlah program pengadaan di Dinas Pendidikan Dayah Aceh tidak sepenuhnya berbasis pada kebutuhan riil dayah, melainkan lebih pada inisiatif internal dinas.

BACA JUGA: Program Dinas Dayah Aceh Disorot, Diduga Tak Berdasarkan Kebutuhan, Kadis Bungkam

Upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muchsin, sejak Senin (8/6/2026) melalui pesan WhatsApp dan panggilan telepon. Namun hingga berita ini diturunkan, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan.