Umum  

Program Dinas Dayah Aceh Disorot, Diduga Tak Berdasarkan Kebutuhan, Kadis Bungkam

Dinas Pendidikan Dayah Aceh [Dok. LensaPost]

LENSAPOST.NET – Setelah dua laporan terkait penggunaan anggaran di lingkungan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dipublikasikan, sorotan terhadap program-program instansi tersebut kian menguat.

Sebelumnya, LensaPost.net mengungkap alokasi pengadaan sarung dayah yang dibagi dalam lima zona, serta pengadaan ranjang dan kasur melalui sistem e-katalog dengan nilai mencapai miliaran rupiah. Data tersebut merujuk pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP).

Kedua laporan itu masing-masing berjudul “Anggaran Fantastis Sarung Dayah Dibagi 5 Zona” dan “Ranjang dan Kasur Dayah Diborong via E-Katalog, Anggaran Miliaran Digelontorkan”.

Terbaru, redaksi menerima informasi yang semakin memperkuat dugaan bahwa sejumlah program tersebut tidak sepenuhnya berangkat dari kebutuhan riil dayah.

“Rata-rata itu kemauan Dinas Pendidikan Dayah, bukan kebutuhan dayah. Seharusnya proposal dari dayah sudah ada terlebih dahulu sebelum program dibuat. Tapi sampai hari ini, saya rasa belum ada satu pun dayah yang mengajukan permohonan resmi,” ungkap seorang sumber kepada LensaPost.net.

Sumber tersebut juga menilai kondisi ini berpotensi menjadikan dayah sebagai objek kepentingan pihak tertentu.

“Dayah seolah dijadikan ladang oleh oknum pejabat untuk mencari keuntungan,” tambahnya.

Selain itu, publik mulai mempertanyakan dasar perencanaan program-program tersebut.

“Pertanyaannya, atas dasar apa program-program itu dilahirkan jika bukan dari kebutuhan langsung dayah?” lanjut sumber tersebut.

Menindaklanjuti informasi ini, LensaPost.net telah berupaya melakukan konfirmasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh, Muchsin, pada Senin (8/6/2026) melalui pesan WhatsApp dengan status centang dua.

Namun hingga Rabu (10/ 6/2026) siang, pesan tersebut belum mendapatkan tanggapan.

Berdasarkan informasi dari kalangan wartawan, Muchsin disebut jarang merespons permintaan konfirmasi dari media.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Dayah Aceh terkait dugaan tersebut.