LENSAPOST.NET – Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) Al-Aziziyah Sabang melaksanakan kegiatan benchmarking sekaligus penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Universitas Serambi Mekkah pada Jumat (12/6/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Rektor Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kedua institusi dalam memperkuat kerja sama akademik, meningkatkan mutu pendidikan tinggi, serta mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Rombongan STIS Al-Aziziyah Sabang dipimpin langsung oleh Ketua STIS, Dr. Tgk. Muslem Hamdani, M.A., bersama unsur pimpinan kampus, program studi, serta bidang kemahasiswaan. Kehadiran mereka bertujuan mempelajari berbagai praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan Universitas Serambi Mekkah, khususnya dalam tata kelola perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pengembangan kemahasiswaan.
Dari pihak tuan rumah, rombongan diterima oleh Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama, Dr. Jalaluddin, M.Pd., didampingi jajaran Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), serta Dekan Fakultas Pendidikan Agama Islam (PAI).
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan membahas berbagai strategi pengembangan institusi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan budaya mutu, serta perluasan jaringan kerja sama antarperguruan tinggi.
Dalam sambutannya, Dr. Tgk. Muslem Hamdani menyampaikan bahwa kegiatan benchmarking merupakan langkah strategis untuk memperkaya wawasan dan pengalaman dalam pengelolaan perguruan tinggi yang unggul.
“Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas kelembagaan STIS Al-Aziziyah Sabang, khususnya di bidang akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Jalaluddin menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama antarperguruan tinggi menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika dan persaingan dunia pendidikan tinggi saat ini.
“Melalui kerja sama ini, kedua institusi dapat saling berbagi pengalaman, sumber daya, dan inovasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan kepada masyarakat,” katanya.
Penandatanganan MoU menjadi tonggak awal pengembangan berbagai program kolaboratif, meliputi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, publikasi ilmiah, pertukaran narasumber, pengembangan kurikulum, serta peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Kegiatan diakhiri dengan sesi diskusi, tukar cendera mata, serta foto bersama sebagai simbol komitmen kedua lembaga dalam mempererat hubungan kelembagaan demi mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang berkualitas, unggul, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.











