LENSAPOST.NET– Inisiator Aceh Goet sekaligus Ketua Influencer Mualem–Dek Fad, Tarmizi Age, mendesak Pemerintah Aceh segera mereformasi tata kelola sektor pertambangan agar lebih berpihak kepada masyarakat lokal.
Menurutnya, kekayaan sumber daya alam Aceh tidak boleh hanya dinikmati oleh pemodal besar, sementara masyarakat setempat tetap hidup dalam keterbatasan.
Pernyataan tersebut disampaikan Tarmizi menyusul beredarnya informasi terkait dugaan pengelolaan sejumlah tambang di Aceh oleh pengusaha dari luar daerah.
“Jika benar tambang-tambang di Aceh kini dikelola oleh para cukong dari luar, maka rakyat hanya menjadi penonton di tanahnya sendiri. Kekayaan alam Aceh seharusnya menjadi sumber kesejahteraan masyarakat, bukan justru memperlebar ketimpangan,” kata Tarmizi di Banda Aceh, Minggu (26/7/2026).
Ia menegaskan, pemerintah harus memastikan setiap kebijakan di sektor pertambangan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Aceh. Regulasi yang tidak berpihak kepada rakyat, menurutnya, hanya akan memperpanjang kemiskinan di daerah yang kaya sumber daya tersebut.
“Apa pun bentuk aturan yang diterbitkan, orientasinya harus menguntungkan Aceh dan rakyatnya. Jangan sampai regulasi justru mempermudah pihak luar menguasai sumber daya alam, sementara masyarakat lokal tidak memperoleh manfaat yang sepadan,” ujarnya.
Tarmizi juga meminta Pemerintah Aceh menyusun skema perizinan pertambangan yang lebih sederhana, transparan, serta memiliki kepastian waktu bagi pelaku usaha lokal. Ia mengusulkan agar proses penerbitan izin dapat diselesaikan maksimal dalam 14 hari, sepanjang seluruh persyaratan telah dipenuhi.
“Berikan kesempatan kepada putra-putri Aceh untuk mengelola sumber daya alamnya sendiri. Jangan mempersulit rakyat dengan birokrasi panjang, tetapi memberi kemudahan kepada pemodal besar,” tegasnya.
Menurut Tarmizi, keberpihakan terhadap masyarakat lokal merupakan kunci agar hasil pengelolaan sumber daya alam mampu meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat perekonomian Aceh.
“Jika rakyat Aceh terus dipinggirkan dan para cukong menjadi tumpuan utama pengelolaan tambang, maka cita-cita mewujudkan Aceh yang makmur akan semakin sulit tercapai. Aceh akan maju apabila rakyatnya menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi,” katanya.
Tarmizi yang pernah bermukim di Denmark itu menambahkan, reformasi tata kelola pertambangan harus menjadi agenda serius pemerintah agar kekayaan alam Aceh benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas.












