LENSAPOST.NET – Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., memimpin langsung upacara pembukaan Pendidikan Pembentukan Bintara (Diktukba) Polri Tahun Anggaran 2026 di Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Aceh, Kabupaten Aceh Besar, Senin (20/7/2026).
Sebanyak 120 peserta didik yang telah lulus seleksi resmi mengikuti pendidikan selama lima bulan. Pada kesempatan tersebut, Kapolda juga menetapkan nama batalyon peserta didik, yakni Batalyon “Rawindra Sakti”, sebagai identitas sekaligus simbol semangat dalam menjalani pendidikan.
Upacara pembukaan turut dihadiri Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, S.I.K., Irwasda Polda Aceh Kombes Pol. Iskandar ZA, S.I.K., M.H., para pejabat utama Polda Aceh, personel, serta Ketua Bhayangkari Daerah Aceh Ny. Ruddi Setiawan bersama jajaran pengurus.
Dalam amanat Kalemdiklat Polri yang dibacakan Kapolda, disampaikan ucapan selamat kepada para peserta didik yang berhasil melalui proses seleksi ketat. Mereka disebut sebagai putra-putri terbaik bangsa yang memiliki kesempatan untuk membentuk kompetensi, karakter, dan integritas sebagai anggota Polri.
“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Ikuti seluruh proses pendidikan dengan sungguh-sungguh sebagai bekal untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Kapolda.
Ia menegaskan, pendidikan pembentukan Bintara merupakan tahapan strategis dalam mencetak sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan adaptif terhadap tantangan tugas kepolisian yang semakin kompleks.
Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari penyelesaian materi, tetapi juga dari kemampuan peserta didik dalam menguasai ilmu, keterampilan, bekerja sama, serta menunjukkan sikap yang mencerminkan nilai-nilai luhur Polri.
Kapolda juga mengingatkan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga disiplin, menghormati tenaga pendidik, serta membangun kekompakan selama masa pendidikan.
“Apabila merasa lelah, ingat tujuan saudara datang ke sini. Ingat doa dan harapan orang tua. Jadilah Bhayangkara yang profesional, humanis, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.
Kepada Kepala SPN dan seluruh tenaga pendidik, Kapolda menekankan agar proses pendidikan dilaksanakan secara profesional, objektif, dan humanis, serta bebas dari kekerasan maupun perundungan.
“Pendidikan yang keras tidak harus dilakukan dengan cara kasar. Ketegasan harus membentuk karakter, bukan menumbuhkan dendam,” tambahnya.
Mengakhiri amanatnya, Kapolda mengajak seluruh tenaga pendidik menjadi teladan dalam integritas dan etika, serta menciptakan lingkungan belajar yang sehat dan berkualitas.
Melalui Diktukba Polri TA 2026 ini, diharapkan lahir generasi Bhayangkara Presisi yang tangguh, berintegritas, dan mampu memberikan pelayanan serta perlindungan optimal kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Aceh.












