Bahas Imunisasi Anak, Ketua PCNU Pidie Dorong Sinergi Ulama dan Tenaga Kesehatan

Lensapost.net I Pidie,— Ketua PCNU Pidie Tgk Isafuddin atau akrab disapa Abati Isafuddin menegaskan pentingnya sinergi antara ulama dan tenaga kesehatan dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap program imunisasi anak.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi panelis dalam kegiatan Participatory Workshop bertajuk Understanding Determinants Reaching Under-Immunized Children in Indonesia yang digelar melalui kerja sama Universitas Indonesia (UI), Universitas Syiah Kuala (USK), dan Pemerintah Kabupaten Pidie di Kabupaten Pidie, 21–22 Mei 2026.

Dalam paparannya, Abati Isafuddin menjelaskan bahwa persoalan imunisasi tidak hanya berkaitan dengan layanan kesehatan, tetapi juga erat hubungannya dengan pendekatan sosial, budaya, dan keagamaan di tengah masyarakat.

Menurutnya, masih ada sebagian masyarakat yang belum memahami pentingnya imunisasi akibat minimnya edukasi dan beredarnya berbagai informasi yang keliru.

Karena itu, ia menilai ulama memiliki posisi strategis dalam memberikan pemahaman yang benar dan menenangkan kepada masyarakat.

“Ulama memiliki tanggung jawab moral dalam memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa menjaga kesehatan anak merupakan bagian dari menjaga kemaslahatan umat,” ujarnya.

Ia mengatakan pendekatan yang dilakukan ulama sering kali lebih mudah diterima masyarakat karena adanya hubungan emosional dan kepercayaan yang telah lama terbangun, khususnya di Aceh yang memiliki kultur masyarakat religius dan dekat dengan dayah.

Menurutnya, program kesehatan akan lebih efektif apabila dibangun melalui kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah, dan tokoh agama.

“Pendekatan kesehatan tidak cukup hanya dengan bahasa medis, tetapi juga perlu pendekatan sosial dan keagamaan agar masyarakat lebih memahami,” katanya.

Abati Isafuddin juga menegaskan Nahdlatul Ulama memiliki komitmen kuat dalam mendukung program-program kemaslahatan masyarakat, termasuk di bidang kesehatan dan perlindungan anak.

Ia menyebutkan prinsip dasar NU selalu menempatkan keselamatan dan kemanfaatan umat sebagai prioritas utama dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

“NU mendukung berbagai ikhtiar yang bertujuan menjaga keselamatan manusia, termasuk pencegahan penyakit melalui imunisasi,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya komunikasi yang santun dan persuasif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait imunisasi.

Menurutnya, pendekatan yang bijak akan lebih efektif dibandingkan penyampaian yang bersifat menyalahkan atau memaksa.

“Kita harus membangun komunikasi yang baik dan menenangkan agar masyarakat tidak merasa takut atau salah paham,” katanya.

Kegiatan itu menjadi ruang kolaborasi antara akademisi, tenaga kesehatan, pemerintah, dan tokoh agama dalam merumuskan strategi meningkatkan cakupan imunisasi anak di Indonesia.

Abati Isafuddin berharap sinergi antara ulama dan tenaga kesehatan terus diperkuat demi melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Menjaga kesehatan generasi bangsa merupakan tanggung jawab bersama,” pungkasnya.

Workshop tersebut turut menghadirkan Prof Rini dari Universitas Indonesia, Ihsan dari Universitas Syiah Kuala, Kepala Dinas Kesehatan Pidie dr Dwi, serta Ahmad Fuadi dari tim penelitian kesehatan.