LENSAPOST.NET – Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Antisipasi Kemarau 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Rakornas dipimpin langsung oleh Menteri Pertanian, Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman, M.P., dan diikuti sekitar 170 kepala daerah dari seluruh Indonesia di Kantor Pusat Kementerian Pertanian RI, Jakarta, Senin (20/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati Nagan Raya yang akrab disapa TRK menyatakan kesiapan pemerintah daerahnya dalam menghadapi proyeksi kemarau panjang tersebut.
“Pemkab Nagan Raya akan mengambil langkah-langkah proaktif dan sistematis guna menjaga produksi pertanian serta memastikan ketahanan pangan di daerah,” ujar TRK.
Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengantisipasi dampak kekeringan atau fenomena El Niño di wilayahnya.
“Langkah tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber air dan infrastruktur, serta penerapan irigasi pompa (irpom) melalui pemanfaatan teknologi pompanisasi untuk mengalirkan air dari sungai atau sumber air terdekat ke lahan pertanian,” ujar Bupati TRK.
Selain itu, Pemkab Nagan Raya juga akan merehabilitasi jaringan irigasi serta memperbaiki saluran irigasi tersier yang rusak agar distribusi air ke lahan pertanian berjalan efektif.
“Upaya lain yang dilakukan adalah mendorong petani untuk mempercepat masa tanam guna menghindari puncak musim kemarau,” jelas TRK.
“Kami sangat mendukung langkah pemerintah pusat, dalam hal ini Kementerian Pertanian, dalam melakukan mitigasi dampak kekeringan tahun 2026 serta penguatan sistem irigasi pertanian berkelanjutan,” sambungnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa rakornas ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.
“Keterlibatan langsung kepala daerah menjadi kunci dalam memastikan percepatan program berjalan optimal, mulai dari penguatan irigasi hingga peningkatan produktivitas tanaman,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Pertanian mengalokasikan anggaran lebih dari Rp3 triliun untuk penguatan sistem irigasi pertanian.
“Program tersebut mencakup rehabilitasi jaringan irigasi, optimalisasi lahan (oplah), serta pompanisasi dengan cakupan hingga 1,5 juta hektare,” ungkap Mentan Amran.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sekitar 80 ribu unit pompa yang ditargetkan mampu mengairi hampir 1 juta hektare lahan, khususnya di wilayah yang memiliki potensi peningkatan indeks pertanaman.
“Kami mendorong anggaran irigasi lebih dari Rp3 triliun dari total Rp12 triliun yang didistribusikan,” imbuhnya.












