LENSAPOST.NET – Pengamat politik sekaligus akademisi dari Universitas Abulyatama (UNAYA), Usman Lamrueng, menyatakan bahwa Pilkada Aceh 2024 akan menjadi momen penting yang menentukan masa depan Aceh.
Menurutnya, Aceh memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah dan anugerah ini harus dimanfaatkan sepenuhnya untuk kepentingan rakyat Aceh.
Namun, pengelolaan sumber daya alam tersebut membutuhkan dukungan dari pemerintahan yang solid, berani, dan tegas, serta harmonisasi komunikasi politik yang baik dengan pemerintah pusat.
“Penting sekali bagi Aceh untuk memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah pusat, khususnya dalam mewujudkan Aceh yang Islami, maju, bermartabat, dan berkelanjutan,” ujar Usman di Banda Aceh, Minggu 20 Oktober 2024.
Namun, selama sepuluh tahun terakhir, komunikasi Aceh dengan pemerintah pusat tidak berjalan dengan baik, yang menurut Usman telah menyebabkan berbagai masalah.
Salah satu yang paling krusial adalah tidak optimalnya pelaksanaan Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA), di mana banyak turunan undang-undang tersebut yang tidak terealisasi karena terbentur peraturan-peraturan baru dari pemerintah pusat. Hal ini juga berdampak pada minimnya program strategis nasional yang masuk ke Aceh.
Terkait Pilkada 2024, Usman menyoroti dua pasangan calon yang bertarung memperebutkan kursi Gubernur Aceh. Pasangan nomor urut 01, Bustami Hamzah – Fadhil Rahmi, didukung oleh partai-partai seperti Nasdem, Golkar, PAN, dan PAS.
Sementara itu, pasangan nomor urut 02, Muzakir Manaf – Fadhlullah, mendapatkan dukungan dari Partai Aceh, Gerindra, PKB, Demokrat, PNA, Gabthat, Partai Umat, dan lainnya.
“Dari segi komposisi dukungan politik, pasangan nomor urut 02 tampak lebih dominan. Apalagi, calon wakil gubernur Fadhlullah berasal dari Partai Gerindra, yang memiliki hubungan baik dengan Presiden Prabowo,” jelas Usman.
Ia menambahkan bahwa ini merupakan kesempatan besar bagi rakyat Aceh jika memilih pasangan Muzakir Manaf (Mualem) dan Fadhlullah (Dek Fadh).
Menurutnya, hubungan harmonis antara pasangan ini dengan Prabowo bisa menjadi keuntungan besar bagi Aceh dalam lima tahun ke depan, terutama dalam hal pembangunan dan penyelesaian berbagai permasalahan mendasar seperti kemiskinan, pengangguran, serta peningkatan investasi.
Pilkada kali ini bukan hanya soal memilih pemimpin, tetapi juga tentang masa depan Aceh. Tanpa dukungan pemerintah pusat, baik dari sisi kebijakan, program, maupun anggaran, Aceh akan sulit keluar dari keterpurukan.
Oleh karena itu, saya berharap masyarakat Aceh cermat dalam memilih dan mempertimbangkan pasangan Mualem – Dek Fadh.
“Maka, mari kita pilih Mualem – Dek Fadh sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh,”ujarnya. []












