LENSAPOST.NET — Warga di kawasan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar dibuat heran dengan kondisi distribusi gas elpiji 3 kilogram.
Meski pangkalan resmi mengaku kehabisan stok, tabung gas bersubsidi justru mudah ditemukan dijual di kios-kios warga dan di pinggir jalan dengan harga yang melambung tinggi.
Kondisi ini memicu kecurigaan adanya dugaan permainan distribusi di tingkat pangkalan.
“Di khaju 38 RB yg Loen bloe, (di Kajhu Rp 38 ribu saya beli),” ujarnya menginformasikan kepada wartawan LensaPost, Kamis 17 Juli 2025.
Bahkan, dirinya mengaku sempat membeli dengan harga Rp40 ribu.
“Sempat dijual 40 RB saat betul2 langka gas beberapa hari yang lalu,”
“Heran di pangkalan kosong, tp di kios warga ada gas, mumang bang Gaees,”ujarnya.
Warga di Kawasan Lambaro, Aceh Besar juga menyampaikan hal serupa kepada LensaPost.
“Ini terjadi di Aceh Besar, hal yang sama sepertinya juga terjadi di Banda Aceh,”kata pria yang pernah bekerja sebagai Ojol.
Selain itu, warga Lamreung, Kecamatan Krueng Barona, Aceh Besar juga melaporkan disana harga gas melon dijual dengan harga Rp37 ribu.
“Kemarin malam saya beli, di kios Rp 37 ribu,”kata dia, Jumat 18 Juli 2025.












