LENSAPOST.NET – Aktivitas masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Banda Aceh kini diwarnai dengan kehadiran Pameran Arsip Tsunami bertajuk “PIJAR: Cahaya Keteguhan, Kompas Masa Depan” yang berlangsung pada 8–12 Juni 2026 di Lantai 3 Gedung Pasar Aceh.
Pameran yang diselenggarakan Balai Arsip Statis dan Tsunami (BAST) ini menghadirkan perspektif berbeda dari pameran tsunami pada umumnya. Jika biasanya fokus pada dampak kehancuran, “PIJAR” justru menyoroti kisah ketangguhan para penyintas dalam proses pemulihan pascatsunami 2004.
Berbagai arsip foto yang ditampilkan merekam momen kebangkitan masyarakat Aceh, mulai dari solidaritas antarwarga hingga peran relawan dalam membangun kembali kehidupan. Nilai-nilai kemanusiaan seperti gotong royong dan ketangguhan menjadi benang merah dalam pameran ini.
Plt. Kepala Balai Arsip Statis dan Tsunami, Renny Setyo Lestari, S.Sos., mengatakan bahwa arsip tidak hanya menyimpan memori bencana, tetapi juga merekam kekuatan manusia dalam menghadapi krisis.
“Melalui arsip, kita dapat melihat bagaimana masyarakat Aceh bangkit dengan semangat kebersamaan dan solidaritas,” ujarnya.
Pameran ini merupakan bagian dari peran BAST sebagai unit pelaksana teknis Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) dalam menyelamatkan dan membuka akses arsip statis kebencanaan, khususnya arsip tsunami Samudera Hindia 2004 yang telah diakui UNESCO sebagai Memory of the World.
Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari peringatan Hari Kearsipan ke-55 dengan tema nasional “Empowering the Future: Kearsipan untuk Memberdayakan Masa Depan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Pameran “PIJAR” secara resmi dibuka pada Senin (8/6/2026) oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Banda Aceh, Moch. Ichsan, S.STP., M.Si., bersama Plt. Kepala BAST, Renny Setyo Lestari.
Ichsan menyambut baik penyelenggaraan pameran di lingkungan MPP. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan ruang edukasi kepada masyarakat, baik terkait sejarah tsunami maupun pentingnya kearsipan.
“Ini bukan hanya layanan publik, tetapi juga ruang pembelajaran bagi masyarakat,” katanya.
Selain pameran, BAST juga menghadirkan layanan LARASKA (Layanan Restorasi Arsip Keluarga) yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis selama kegiatan berlangsung. Melalui layanan ini, warga dapat berkonsultasi mengenai perawatan arsip keluarga, memperoleh edukasi pencegahan kerusakan dokumen, hingga mendapatkan bantuan restorasi sederhana.
Masyarakat diimbau untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mengunjungi pameran dan layanan yang tersedia setiap hari selama kegiatan berlangsung di MPP Kota Banda Aceh.












