ACEH  

Karena Permintaan Tak Dipenuhi, Keuchik Matang Sagoe Mengaku Difitnah

Keuchik Gampong Sagoe Kecamatan Peusangan Kabupaten Bireuen,Hasrizal

LENSAPOST.NET – Keuchik Gampong Matang Sagoe, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Hasrizal, mengaku dirinya difitnah oleh segelintir oknum di gampong tersebut.

Menurut Hasrizal, tudingan terkait pertanggungjawaban Dana Desa maupun Badan Harta Agama (BHA) dilatarbelakangi oleh adanya permintaan sewa ruko dan pengalihan status tanah gampong oleh oknum yang memprotes dirinya. Namun, permintaan tersebut tidak dapat dipenuhi.

“Permintaan itu tidak bisa saya penuhi, karena yang diminta merupakan milik masyarakat, bukan milik pribadi saya,” ujar Hasrizal kepada wartawan, Jumat (31/7/2026).

Ia menegaskan, dirinya bersama perangkat gampong selalu mempertanggungjawabkan penggunaan dana BHA dalam setiap rapat.

“Bukan tidak dipertanggungjawabkan, tetapi oknum yang memprotes tersebut memang tidak menerima. Sementara masyarakat lainnya tidak ada yang mengeluhkan,” katanya.

Terkait temuan Inspektorat, Hasrizal menjelaskan bahwa audit investigasi terhadap penggunaan APBG Gampong Matang Sagoe telah dilakukan selama 15 hari kerja. Hasil audit tersebut, kata dia, sudah diserahkan beserta sejumlah rekomendasi dan telah ditindaklanjuti.

“Jadi, pernyataan yang menyebutkan Inspektorat tidak bekerja itu tidak benar. Inspektorat sudah bekerja dan saya telah menindaklanjuti seluruh rekomendasinya,” jelasnya.

Hasrizal juga menyinggung adanya video yang beredar terkait kinerja Inspektorat. Ia menyebut, pihak yang mempertanyakan hal tersebut bukan lagi warga Matang Sagoe.

“Yang bersangkutan sudah pindah dan saat ini berstatus sebagai warga Kecamatan Juli,” ujarnya.

Ia menambahkan, oknum tersebut memiliki sentimen pribadi terhadap dirinya karena permintaan yang tidak dapat dipenuhi.

“Yang diminta itu bukan milik saya, melainkan milik gampong. Jadi tidak mungkin saya penuhi. Karena itu, oknum tersebut menjadi marah kepada saya,” ungkap Hasrizal.

Hasrizal kembali menegaskan bahwa tuduhan yang diarahkan kepadanya merupakan fitnah yang dipicu oleh kekecewaan oknum tertentu.

“Mayoritas masyarakat tidak ada yang komplain dan tetap mendukung pemerintah gampong,” tutupnya.