LENSAPOST.NET – Bupati Nagan Raya, Provinsi Aceh, Dr. TR. Keumangan, S.H., M.H., membuka kegiatan Pencanangan Desa Cinta Statistik (Desa Cantik), Sosialisasi Sensus Ekonomi (SE) 2026, dan FGD Standar Pelayanan Publik PST yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nagan Raya.
Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Grand Nagan, Simpang Peut, Kecamatan Kuala, Kamis (7/5/2026).
Dalam sambutannya, Bupati TR. Keumangan atau yang akrab disapa TRK menyebutkan bahwa Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Nagan Raya tahun 2025 mencapai Rp13,31 triliun dan menjadi yang tertinggi ke-8 di Provinsi Aceh.
“Hal ini berarti kekuatan ekonomi Nagan Raya termasuk posisi atas dan patut diperhitungkan,” ujar TRK.
Menurutnya, terdapat lima sektor dominan yang menopang perekonomian Kabupaten Nagan Raya, yakni sektor pertanian, pertambangan, perdagangan, konstruksi, dan industri pengolahan.
“Kelima sektor inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah untuk lebih dikembangkan agar dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang lebih pesat di tahun-tahun mendatang,” jelasnya.
TRK menambahkan, pada pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 juga dilakukan pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sehingga diharapkan desil masyarakat dapat terpetakan secara lebih akurat.
“Pemkab Nagan Raya mendukung penuh kegiatan SE 2026 ini. Kami juga mengajak seluruh lapisan masyarakat Nagan Raya agar ikut menyukseskan SE 2026,” tegasnya.
“Semoga dengan adanya pencanangan Desa Cantik ini dapat mendorong tercapainya data valid dan akurat dari desa yang dapat dijadikan patokan pembangunan desa, kecamatan, di Kabupaten Nagan Raya,” tutupnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Nagan Raya, Dr. Nuri Rosmika, S.ST., M.Si., menyampaikan bahwa pembinaan Desa Cinta Statistik merupakan implementasi Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2018 tentang Satu Data Indonesia (SDI).
“Pembinaan tersebut merupakan bagian dari program Satu Data Indonesia yang dilaksanakan bersama oleh Bappeda sebagai koordinator, Diskominfo sebagai wali data, dan BPS sebagai pembina data,” ujar Nuri.
Menurut, output dari program Desa Cantik berupa data desa yang nantinya dipublikasikan melalui aplikasi SIGAP di bawah Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong (DPMG).
“Karena itu, BPS bersama Bappeda, Diskominfo, dan DPMG akan melakukan pembinaan Desa Cantik hingga akhir tahun ini,” ujarnya.
Nuri menambahkan, program Desa Cantik telah dijalankan BPS sejak tahun 2022 dan setiap BPS kabupaten/kota diwajibkan memiliki sedikitnya tiga desa binaan.
“Pada tahun 2026, BPS Kabupaten Nagan Raya mencanangkan Desa Alue Ie Mameh, Desa Ujong Padang, dan Desa Jokja, Kecamatan Kuala, sebagai Desa Cantik tahun 2026,” ungkapnya.
“Perencanaan pembangunan terbaik bersifat bottom up, yaitu berasal dari desa,” sambungnya.
Karena itu, lanjut Nuri, desa sebagai ujung tombak pembangunan juga menjadi ujung tombak pengumpulan data sektoral menuju terwujudnya Satu Data Indonesia.
“Untuk itu, diperlukan pembinaan sumber daya manusia kepada aparatur desa agar menghasilkan data yang berkualitas dari level terbawah sehingga membentuk data akurat hingga level kecamatan dan kabupaten,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa pendataan Sensus Ekonomi 2026 berlangsung mulai 1 Mei hingga 31 Agustus 2026.
“SE 2026 ini mencakup semua usaha, baik perorangan maupun berbadan usaha, baik yang memiliki tempat khusus, usaha rumah tangga, maupun usaha digital,” tuturnya.
“SE 2026 ini juga mencakup usaha pertanian dan usaha nonpertanian, baik yang dilakukan masyarakat, swasta, maupun pemerintah,” tutupnya.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, Bupati TRK turut menyerahkan penghargaan kepada para keuchik dan perwakilan desa yang ditetapkan sebagai Desa Cantik.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Plt. Sekretaris Daerah, Ir. H. Hizbulwatan, sejumlah kepala perangkat daerah, para keuchik dan aparatur gampong, serta undangan lainnya.












