DLH Aceh Besar Kucurkan Rp4,1 Miliar untuk Sampah, Publikasi Nyaris Rp300 Juta

Ilustrasi, Tumpukan sampah di depan fasilitas umum [Dok Warga]

LENSAPOST.NET – Alokasi belanja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Aceh Besar tahun 2026 melalui skema e-purchasing E-Katalog 6.0 mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp4,8 miliar. Dilihat LensaPost pada data pengadaan, Senin 1 Juni 2026, seluruh paket tersebut saat ini tercatat masih berstatus on process.

Sorotan utama tertuju pada dominasi anggaran untuk jasa pengelolaan sampah (outsourcing) yang menyedot dana hingga Rp4.172.712.000.

Tak hanya itu, DLH juga menganggarkan Rp254.000.000 untuk pemeliharaan kendaraan berat roda 6.

Namun yang tak kalah menarik, sektor publikasi turut mendapat porsi signifikan.

Tercatat, dua kegiatan penyebaran informasi melalui media cetak—terkait edukasi pemilahan sampah dan pengelolaan bank sampah—masing-masing menelan anggaran Rp148.684.500. Jika digabung, dana publikasi ini menembus hampir Rp300 juta.

Di sisi lain, pengadaan perangkat teknologi juga masuk dalam daftar belanja, mulai dari:

Komputer PC untuk workshop (Rp12.493.050)

Laptop untuk kebutuhan AMDAL Net dan penginputan data (Rp8,9 juta hingga Rp17,9 juta per unit)

Mesin absensi (Rp5.494.500)

Yang menjadi catatan kritis, sejumlah paket pengadaan teknologi tersebut tercatat memiliki nilai Produk Dalam Negeri (PDN) nol rupiah.

Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait komitmen penggunaan produk lokal dalam belanja pemerintah daerah, di tengah dorongan nasional untuk peningkatan penggunaan komponen dalam negeri.

Seluruh anggaran ini bersumber dari APBD Kabupaten Aceh Besar Tahun Anggaran 2026 dengan metode pengadaan E-Purchasing melalui E-Katalog 6.0. []