NEWS  

Alat Pemotong Padi Rp7,2 Miliar Disorot, Akademisi Minta Unit dan Penerima Dibuka

Ilustrasi

LENSAPOST.NET – Akademisi Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Dr. Taufik A. Rahim, menyoroti pengadaan alat pemotong padi untuk eks kombatan GAM yang tercatat senilai sekitar Rp7,2 miliar.

Taufik mempertanyakan belum jelasnya sejumlah informasi penting terkait pengadaan tersebut, mulai dari jumlah unit, jenis dan merek, spesifikasi, harga satuan, penyedia, lokasi penyaluran hingga daftar penerima manfaat.

Menurutnya, nilai anggaran yang besar membutuhkan transparansi agar masyarakat dapat mengetahui apakah barang yang dibeli benar-benar sesuai kebutuhan dan sampai kepada penerima yang ditetapkan.

“Hal yang sangat spektakuler adalah alat pemotong padi untuk eks kombatan GAM yang tercatat senilai Rp7,2 miliar,” kata Taufik.

Ia meminta informasi mengenai pengadaan tersebut dibuka secara transparan sehingga dapat diverifikasi publik.

Menurut Taufik, pemeriksaan tidak cukup dilakukan berdasarkan dokumen pengadaan. Pemerintah dan aparat pengawas perlu memastikan keberadaan barang secara fisik serta penerima manfaat di lapangan.

Selain alat pemotong padi, ia juga menyoroti sejumlah pengadaan alat pertanian lainnya yang nilainya mencapai sekitar Rp511,5 juta.

Taufik menilai setiap paket bantuan harus memiliki dasar kebutuhan yang jelas dan dapat dibuktikan manfaatnya.

“Perlu diperiksa dokumen administrasi, kelompok penerima, jenis dan bentuk barang yang diterima, lokasi barang dan dampak langsung terhadap penerima bantuan,” ujarnya.

Ia berharap keterbukaan data tersebut dapat mencegah munculnya kecurigaan sekaligus memastikan anggaran reintegrasi benar-benar digunakan sesuai tujuan.