LENSAPOST..NET – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan komitmen Polri memperkuat penegakan hukum yang berkeadilan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan menjaga stabilitas keamanan untuk mendukung pembangunan nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Suyudi mengatakan komitmen tersebut diwujudkan melalui pemberantasan kejahatan, perlindungan masyarakat, pembenahan internal, dan penguatan kemitraan dengan masyarakat. Polri juga berupaya menyesuaikan pelaksanaan tugas dengan dinamika keamanan, sosial, dan ekonomi.
“Kami menyadari bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat penting bagi keberlangsungan pembangunan nasional. Oleh karena itu, Polri berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pelaksanaan Asta Cita pemerintah, khususnya Asta Cita ke-2 dan Asta Cita ke-7,” ujar Suyudi di Jakarta, Selasa (27/10).
Dalam penegakan hukum, Polri memperkuat pemberantasan narkoba, judi daring, premanisme, pemerasan, dan berbagai tindak pidana yang merugikan masyarakat. Polri juga meningkatkan perlindungan terhadap perempuan, anak, pekerja, serta korban tindak pidana perdagangan orang. Melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri memfasilitasi penyelesaian persoalan hubungan industrial, pemulihan hak pekerja, dan perselisihan ketenagakerjaan.
Di sisi lain, Polri mengedepankan pendekatan humanis dalam pengamanan kegiatan masyarakat, termasuk aksi unjuk rasa dan penanganan konflik sosial. Pengelolaan massa dilakukan secara dialogis agar masyarakat dapat menyampaikan aspirasi dengan aman. Polri juga mendorong penggunaan kamera yang dikenakan personel atau body-worn camera untuk memperkuat akuntabilitas petugas.
“Kami menyadari bahwa upaya Polri masih jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami terus berbenah dan mendengarkan masukan masyarakat dan memberikan pengabdian yang terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” kata Suyudi.
Selain menjaga keamanan, Polri mendukung penanganan bencana, pemenuhan gizi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pembangunan Jembatan Merah Putih, dan penguatan ketahanan pangan melalui peningkatan produksi jagung. Reformasi internal juga terus dilakukan melalui pengawasan, sistem merit dalam pembinaan karier, transformasi digital, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas pelayanan. Suyudi mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terprovokasi informasi yang belum terverifikasi.
Menurut dia, kepercayaan masyarakat harus dijawab dengan pelayanan yang mudah diakses, penegakan hukum berkeadilan, dan kehadiran Polri yang memberikan manfaat nyata dalam mendukung pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.












