LENSAPOST.NET – Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Kota Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (12/9/2026) malam.
Pembukaan tersebut menandai dimulainya rangkaian MTQ Nasional XXXI yang mempertemukan para peserta terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Ajang nasional ini berlangsung hingga 20 September 2026.
Setelah seremoni pembukaan, Kafilah Aceh bersiap mengikuti rangkaian perlombaan yang dimulai Minggu (13/9/2026). Sebanyak 13 peserta Aceh dijadwalkan tampil pada hari pertama di sejumlah cabang dan golongan.
Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Dr. Misran Fuadi, S.Ag., M.AP., yang mewakili Pemerintah Aceh sekaligus memimpin Kafilah Aceh, menyampaikan bahwa seluruh peserta telah melalui proses pembinaan dan pemusatan latihan sebagai bagian dari persiapan menghadapi MTQ Nasional XXXI.
“Kita berharap anak-anak kita dapat mengikuti musabaqah dengan tenang, percaya diri dan memberikan penampilan terbaik sesuai kemampuan yang selama ini telah dipersiapkan,” ujar Misran.
Pada hari pertama, Raihan dengan nomor peserta 119 dan Khaled nomor 154 dijadwalkan tampil pada cabang Khat Al-Qur’an golongan Naskah. Sementara Mayra nomor peserta 433 dan Ahyar nomor 408 akan mengikuti golongan Kontemporer.
Dari cabang Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), Fatasruri nomor peserta 010 dijadwalkan tampil. Mauliza nomor 201 mengikuti Tafsir Bahasa Indonesia, sedangkan Ahmad Saad nomor 308 mengikuti Tafsir Bahasa Inggris.
Pada cabang Tahfiz Al-Qur’an, Raisya nomor peserta 403 mengikuti golongan Tahfiz 30 Juz, sedangkan Al Fauzan nomor 08 tampil pada golongan Tahfiz 1 Juz.
Peserta lainnya, Zammil nomor 104, mengikuti cabang Murattal Remaja. Tanthawi nomor 302 tampil pada golongan Tunet Putra, sedangkan Fathiyya nomor 207 mengikuti Tilawah Remaja.
Sementara itu, Barlian nomor peserta 406 dijadwalkan tampil pada cabang Tilawah Dewasa Putra pada Minggu malam.
Misran mengingatkan seluruh peserta agar tetap fokus dan menjaga kondisi selama mengikuti seluruh rangkaian MTQ.
“Kita minta peserta fokus pada cabang masing-masing. Jangan terbebani dengan hasil. Tampilkan kemampuan terbaik, jaga adab, kesehatan dan ikuti seluruh proses dengan baik,” katanya.
Pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026, Kafilah Aceh membawa 56 peserta yang akan mengikuti berbagai cabang perlombaan. Cabang tersebut meliputi tilawah, tartil dan qira’at, tahfiz/hifzh Al-Qur’an, tafsir, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, khat Al-Qur’an serta KTIQ.
Keikutsertaan Kafilah Aceh menjadi bagian dari ikhtiar Pemerintah Aceh melalui Dinas Syariat Islam dalam memperkuat pembinaan generasi Qur’ani sekaligus memberikan ruang bagi putra-putri terbaik Aceh untuk berprestasi di tingkat nasional.
Dalam sambutannya pada pembukaan MTQ Nasional XXXI, Menko PMK Pratikno menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia tidak dapat hadir karena sedang melakukan kunjungan kenegaraan ke India. Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mempersiapkan dan menyukseskan penyelenggaraan MTQ Nasional XXXI.
Pratikno menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an serta mendorong pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Aceh untuk terus mendorong pembinaan kehidupan keislaman, pengembangan generasi Qur’ani dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Aceh melalui berbagai program pembinaan dan kegiatan keagamaan.
Melalui MTQ Nasional XXXI, Kafilah Aceh diharapkan mampu tampil optimal, menjunjung tinggi sportivitas dan adab, serta membawa nama baik Aceh di tingkat nasional.












