LENSAPOST.NET – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Aceh Selatan, Sudirman Hamid, membekali puluhan pelajar SMA dan sederajat di Tapaktuan dengan pengetahuan dasar jurnalistik serta pemahaman tentang perkembangan media di era digital.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam Workshop Dasar Jurnalistik dan Perkembangan Media Massa dalam Menghadapi Persaingan Era Digital yang berlangsung di Kantor Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian Kabupaten Aceh Selatan, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan digelar PT Media KBB Aceh Mandiri bekerja sama dengan Diskominfo dan Persandian Aceh Selatan serta Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan.
Sudirman Hamid, yang juga anggota PWI dan telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) jenjang Madya, menjadi salah seorang narasumber dalam kegiatan tersebut.
Dalam pemaparannya, Sudirman menjelaskan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari teknik penulisan berita, unsur-unsur berita, hingga proses pengumpulan dan pengelolaan informasi sebelum disajikan kepada publik.
Menurutnya, kemampuan memahami dan memilah informasi menjadi keterampilan penting bagi generasi muda di tengah derasnya arus informasi melalui berbagai platform digital.
“Di era digital, siapa pun dapat membuat dan menyebarkan informasi. Karena itu, generasi muda perlu memahami bagaimana sebuah informasi diproses dan disajikan secara benar,” ujar Sudirman.
Ia menjelaskan, kerja jurnalistik memiliki prinsip dan mekanisme yang berbeda dengan aktivitas penyebaran informasi melalui akun pribadi di media sosial.
Produk jurnalistik, kata dia, harus melalui proses pengumpulan fakta, verifikasi, konfirmasi kepada pihak terkait, serta penyusunan informasi berdasarkan prinsip akurasi dan keberimbangan.
Pemahaman tersebut dinilai penting agar pelajar tidak mudah terjebak dalam penyebaran informasi yang belum terverifikasi, termasuk hoaks yang banyak beredar di ruang digital.
Selain dasar jurnalistik, Sudirman juga menjelaskan fungsi media dalam kehidupan masyarakat. Menurutnya, media tidak hanya berperan menyampaikan informasi, tetapi juga memiliki fungsi pendidikan dan kontrol sosial serta menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperoleh informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Para peserta juga mendapatkan materi mengenai unsur-unsur penting dalam berita dan teknik dasar menyusun informasi menjadi tulisan jurnalistik.
Materi disampaikan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab. Para pelajar turut mengajukan pertanyaan seputar profesi wartawan, proses kerja media, hingga perkembangan industri media di tengah kemajuan teknologi.
Sudirman berharap kegiatan tersebut menjadi pintu awal bagi para pelajar untuk mengenal dunia jurnalistik sekaligus meningkatkan budaya literasi.
“Keterampilan menulis dan berpikir kritis tidak hanya diperlukan bagi mereka yang ingin menjadi wartawan, tetapi juga menjadi kemampuan penting dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.
Ia berharap para peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dengan membiasakan diri membaca, menulis, memeriksa informasi, dan berpikir kritis terhadap setiap informasi yang diterima.
Workshop tersebut diikuti pelajar dari SMA Negeri Unggul Aceh Selatan, SMKN 1 Tapaktuan, SMAN 1 Tapaktuan, dan MAN 1 Tapaktuan.
Kegiatan secara resmi dibuka Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Selatan, Suhatril, SH, MH, yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Aceh Selatan Diva Samudra Putra, SE, MM.
Selain Sudirman Hamid, kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah dan insan pers.
Kepala Diskominfo dan Persandian Aceh Selatan, Dicky Ichwan, S.STP, memberikan materi mengenai perkembangan komunikasi dan media di era digital.
Sementara itu, Penasehat PWI Aceh Selatan, Masluyuddin, SE, yang telah mengikuti UKW jenjang Utama, membagikan pengalaman dan pengetahuan mengenai profesi serta kerja jurnalistik kepada para peserta.











