Dirut PT PEMA Tinjau KIA Ladong, Dorong Industri Baja Ringan dan Serap Tenaga Kerja Lokal

LENSAPOST.NET– Direktur Utama PT Pembangunan Aceh (Perseroda) atau PT PEMA, Mawardi Nur, meninjau langsung progres pengembangan Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan percepatan realisasi investasi strategis, khususnya pembangunan pabrik baja ringan sebagai bagian dari penguatan sektor industri konstruksi di Aceh.

Peninjauan tersebut difokuskan pada kesiapan lahan dan tahapan pembangunan pabrik baja ringan yang menjadi salah satu tenant utama di KIA Ladong. Kehadiran industri ini diharapkan menjadi tonggak awal terbentuknya klaster industri konstruksi terintegrasi yang mampu meningkatkan daya saing manufaktur daerah.

Dalam pengembangannya, PT PEMA menjalin kerja sama dengan PT Indo Surya Gavalum (ISG) Group melalui PT Aceh Global Steel. Kolaborasi ini tidak hanya berorientasi pada pembangunan fasilitas produksi, tetapi juga mencakup transfer teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan kapasitas industri lokal.

Mawardi Nur menegaskan bahwa pembangunan pabrik baja ringan merupakan bagian dari strategi jangka panjang PT PEMA dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian Aceh.

“Kawasan Industri Aceh Ladong kami siapkan sebagai pusat pertumbuhan industri baru yang produktif, modern, dan kompetitif. Ini bukan sekadar membangun pabrik, tetapi membangun fondasi industri konstruksi Aceh agar mampu memenuhi kebutuhan daerah dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar,” ujarnya.

Pada tahap awal, proyek ini akan memanfaatkan lahan seluas lima hektare di dalam kawasan industri. Pabrik tersebut ditargetkan memiliki kapasitas produksi hingga 2.000 ton baja ringan per bulan guna memenuhi kebutuhan pasar Aceh dan wilayah sekitarnya.

Ke depan, KIA Ladong direncanakan berkembang menjadi klaster industri yang terdiri dari empat pabrik baja ringan yang saling terintegrasi. Langkah ini diyakini mampu memperkuat rantai pasok material konstruksi sekaligus meningkatkan efisiensi industri.

Selain mendorong pertumbuhan industri, proyek ini juga diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, terutama melalui penyerapan tenaga kerja lokal, tumbuhnya usaha pendukung, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat sekitar.

“Setiap investasi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin membuka lapangan kerja bagi putra-putri Aceh, menggerakkan pelaku usaha lokal, dan menciptakan efek berganda yang berkelanjutan,” tambah Mawardi.

Didukung oleh ketersediaan lahan, pengembangan infrastruktur dasar, akses logistik strategis, serta kedekatan dengan pusat-pusat ekonomi, KIA Ladong dinilai memiliki potensi besar menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Aceh.

Melalui pengembangan ini, PT PEMA juga membuka peluang kolaborasi dengan investor, pelaku usaha, lembaga pendidikan, dan mitra strategis lainnya untuk membangun ekosistem industri yang kompetitif, memperluas lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi Aceh menuju daerah yang lebih maju dan mandiri.