ACEH  

7 Bulan Terlantar, Jalan Tajuk Enang-Enang Tak Kunjung Diperbaiki

Bendahara Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P), Nasri Irsyadi

LENSAPOST.NET – Tujuh bulan pascabencana longsor hidrometeorologi yang melanda kawasan Tajuk Enang-Enang, kondisi jalan lintas hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Bendahara Lembaga Studi Kajian Kebijakan Publik (LSK2P), Nasri Irsyadi, Jumat (12/06/2026). Ia menilai lambannya penanganan jalan tersebut menjadi perhatian serius, mengingat jalur tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat di wilayah tengah.

Menurut Nasri, meskipun jalan lintas Tajuk Enang-Enang merupakan kewenangan pemerintah pusat yang diturunkan ke provinsi hingga daerah, namun pemerintah daerah (Pemda) seharusnya tidak tinggal diam.

“Setidaknya ada penyampaian informasi yang jelas kepada masyarakat terkait status jalan tersebut. Jangan sampai masyarakat terus menduga-duga tanpa kepastian,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya langkah konkret dari Pemda yang dinilai turut memicu inisiatif masyarakat untuk bertindak sendiri. Salah satunya dilakukan oleh Syahrial, tokoh masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo, yang berinisiatif membuka kembali akses jalan secara swadaya.

Upaya tersebut kini mendapat dukungan luas dari masyarakat, bahkan donasi untuk pembukaan jalan terus mengalir.

“Sekarang masyarakat mulai bergerak dan berdonasi untuk membuka jalan itu. Pertanyaannya, apakah Pemda akan terus membiarkan kondisi ini?” kata Nasri.

Ia menegaskan, jalan tersebut masih berada dalam wilayah Kabupaten Bener Meriah, tepatnya di Kecamatan Pintu Rime Gayo, sehingga koordinasi lintas pemerintahan dinilai sangat penting untuk segera dilakukan.

Nasri berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata agar akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi tidak terus terganggu.