LENSAPOST.NET — Pemerintah Aceh dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal ini terlihat dari masih banyaknya kebutuhan pemerintah yang dipenuhi melalui produk dari luar daerah, padahal pelaku UMKM lokal dinilai mampu menyediakan berbagai kebutuhan tersebut.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Perabot Aceh Indonesia (ASPRADO), H. Zuhaimi Agam, menyampaikan hal tersebut baru-baru ini di Banda Aceh. Ia menegaskan bahwa sejumlah komoditas seperti garam, telur, sayur-mayur, hingga perabot kebutuhan sekolah sebenarnya dapat dipenuhi oleh pelaku usaha lokal.
“Seharusnya pemerintah memberi ruang dan prioritas kepada UMKM lokal. Banyak produk yang bisa disuplai dari dalam daerah, namun justru didatangkan dari luar,” ujar Zuhaimi.
Menurutnya, pemerintah melalui dinas teknis seharusnya melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar UMKM dapat naik kelas, berkembang, serta mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Namun, pria yang akrab disapa Agam Rayeuk—menilai pembinaan yang dilakukan selama ini belum maksimal. Ia menyebutkan, hingga kini belum ada pengusaha lokal yang mampu bersaing di tingkat nasional, bahkan di tingkat daerah sendiri masih banyak yang belum berkembang.
“Ini tidak terlepas dari kurangnya sentuhan dan pembinaan dari Pemerintah Aceh. Dana pembinaan UMKM setiap tahun memang diprogramkan, tetapi hasilnya belum terlihat signifikan, bahkan terkesan jalan di tempat,” tambahnya.
Ia juga mencontohkan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung. Menurutnya, hingga saat ini kebutuhan jagung di Aceh masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, dengan persentase mencapai sekitar 80 persen.
“Padahal banyak program jagung di berbagai dinas, anggaran pun sudah habis, tetapi hasilnya tidak terlihat. Jagung masih harus didatangkan dari luar Aceh,” jelasnya.
Untuk itu, ia berharap Pemerintah Aceh dapat mengambil peran lebih aktif dan berada di garda terdepan dalam mendorong pertumbuhan UMKM, baik di sektor industri, pertanian, peternakan, maupun sektor lainnya.
“Pemerintah harus benar-benar hadir dan serius menggerakkan UMKM agar naik kelas menjadi industri yang kuat dan mandiri,” pungkasnya.












