lensapost.net I Aceh Barat Daya— Program Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh terus memperkuat kolaborasi dengan Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Aceh dalam upaya penguatan pendidikan karakter dan pembangunan pendidikan humanis di Aceh.
Sinergi tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Pengembangan Kurikulum Berbasis Cinta bagi Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) se-Kabupaten Aceh Barat Daya yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Barat Daya, Rabu (13/5/2026). Kegiatan itu menjadi momentum penting dalam memperkuat kapasitas guru PAI agar mampu menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga pembentukan adab dan akhlak peserta didik.
Ketua Program Studi Doktor (S3) PAI UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Dr. Silahuddin, M.Ag., yang hadir sebagai pemateri utama menegaskan bahwa pendidikan karakter harus menjadi fondasi utama dalam sistem pendidikan modern. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga menyangkut kemerosotan moral, lemahnya etika, serta menurunnya sikap hormat siswa terhadap guru dan lingkungan sosial.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi perhatian serius seluruh elemen pendidikan, khususnya guru Pendidikan Agama Islam yang memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda.
“Guru PAI tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga harus menjadi teladan dalam membangun nilai kasih sayang, empati, kedisiplinan, dan akhlak Qur’ani di lingkungan sekolah,” ujar Dr. Silahuddin.
Menurutnya, salah satu pendekatan yang relevan diterapkan dalam penguatan karakter adalah Kurikulum Berbasis Cinta. Pendekatan ini menempatkan pendidikan sebagai proses memanusiakan manusia melalui kasih sayang, ketulusan, penghargaan, dan hubungan yang sehat antara guru dan peserta didik.
Ia menjelaskan, pendidikan yang dibangun dengan cinta akan menciptakan suasana belajar yang nyaman, dialogis, dan menyenangkan sehingga siswa lebih mudah menerima ilmu sekaligus meneladani sikap baik gurunya.
“Kurikulum berbasis cinta mengajarkan bahwa pendidikan tidak cukup hanya mentransfer ilmu, tetapi juga harus menyentuh hati. Ketika guru mendidik dengan ketulusan, maka nilai-nilai akhlak akan lebih mudah tertanam dalam diri siswa,” katanya.
Dr. Silahuddin juga menekankan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi profesi guru dalam memperkuat mutu pendidikan. Menurutnya, kolaborasi Program Doktor PAI UIN Ar-Raniry dengan AGPAII Aceh menjadi langkah strategis dalam menghadirkan penguatan pendidikan karakter yang lebih aplikatif di sekolah.
Ia menilai AGPAII memiliki posisi penting sebagai wadah pengembangan kompetensi guru PAI, sementara perguruan tinggi berperan dalam memperkuat kajian akademik dan pengembangan konsep pendidikan yang sesuai dengan tantangan zaman.
“Kolaborasi ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru PAI yang profesional, inspiratif, dan mampu menjadi penggerak pendidikan karakter di sekolah maupun masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan perkembangan teknologi dan media sosial saat ini membawa pengaruh besar terhadap pola pikir dan perilaku generasi muda. Karena itu, pendidikan karakter harus diperkuat agar peserta didik tidak kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi digital.
Menurutnya, guru perlu membangun komunikasi yang baik dengan siswa, memahami kondisi psikologis mereka, serta menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
“Pendekatan yang humanis sangat penting. Guru harus mampu menjadi sahabat sekaligus pembimbing bagi siswa agar mereka merasa dihargai dan didengar,” tambahnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Barat Daya Gusvizarni, S.Pd., M.M., Kepala Kantor Kementerian Agama Aceh Barat Daya Dr. H. Marwan Z, S.Ag., M.M., Kacabdin Irma Suryani, S.Si., M.Pd., serta Kasi Pendidikan Islam Adihar, S.Pd.I., M.A.
Selain menjadi ajang penguatan kapasitas guru PAI, kegiatan itu juga dirangkaikan dengan halal bihalal sebagai momentum mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarpendidik di Kabupaten Aceh Barat Daya.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan lahir komitmen bersama antara dunia akademik, pemerintah, dan organisasi profesi guru untuk terus memperkuat pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman, kemanusiaan, dan cinta kasih demi melahirkan generasi emas yang berilmu, beradab, dan berakhlakul karimah.












