LENSAPOST.NET – Sikap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam merespons pernyataan Jusuf Kalla mendapat sorotan. Pengamat politik Nurul Fatta menilai respons Gibran mencerminkan kontrol diri yang kuat dalam berkomunikasi.
Menurut Nurul Fatta, kemampuan menahan emosi merupakan bagian penting dari instrumen komunikasi politik, yang juga menjadi ciri khas Joko Widodo.
“Kontrol diri itu bagian dari instrumen komunikasi politik, itu yang sering bahkan menjadi khas komunikasi politik Jokowi, tujuannya agar mengundang simpati publik. Nah, Gibran ini duplikatnya Jokowi. Pengelolaan emosi dalam komunikasi politiknya sedang diperagakan Gibran,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Ia menambahkan, karakter komunikasi yang tidak konfrontatif cenderung lebih disukai masyarakat Indonesia, karena mencerminkan sikap legowo dan dewasa dalam berpolitik.
“Masyarakat kita kan lebih suka sosok yang legowo daripada yang konfrontatif. Ini bagian dari membangun persepsi, bahwa Gibran penerus DNA politik Jokowi, sosok pemimpin yang baik, legowo,” jelasnya.
Nurul Fatta juga menilai Gibran tidak perlu mencari referensi jauh dalam belajar politik, karena telah memiliki contoh langsung dari Presiden Jokowi.
“Gibran tidak perlu berguru jauh-jauh soal politik. Cukup sama Jokowi. Justru bukan hanya menarik konstituen JK, bahkan yang netral pun,” pungkasnya.
Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya mengklaim memiliki andil dalam kemenangan Joko Widodo sebagai presiden menuai sorotan.
Alih-alih tersinggung atau membantah, Gibran yang juga putra sulung Jokowi justru merespons dengan nada positif. Ia menyebut Jusuf Kalla sebagai sosok teladan, bahkan mengaku mengidolakannya.
Sumber: RMOL












