NEWS  

Zamzam Jemaah Aceh Dibagi di Kabupaten/Kota

Ketua PPIH BTJ Azhari dan jajaran saat rakor kesiapan penyambutan kepulangan jemaah, aula Jeddah, Senin (8/7)
Ketua PPIH BTJ Azhari dan jajaran saat rakor kesiapan penyambutan kepulangan jemaah, aula Jeddah, Senin (8/7)

LENSAPOST.NET –  Air zamzam untuk seluruh Jemaah Haji Embarkasi Aceh (BTJ) dibagikan saat ketibaan jemaah di kabupaten/kota masing-masing.

Hal ini diulangi Ketua Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) BTJ 2024 Drs H Azhari MSi saat Rapat Koordinasi Kesiapan Pemulangan Jemaah BTJ, di aula Jeddah Asrama Haji Banda Aceh, Senin, 8 Juli 2024.

Dalam Rakor sekaligus Pelantikan Pendukung Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPPIH) ini, Azhari sampaikan, petugas daerah dari Kemenag Kabupaten/Kota siap layani zamzam setiba jemaah ke daerah.

“Dengan pembagian di daerah masing-masing, bukan di asama haji, maka akan lebih memudahkan jemaah dan mempercepat proses jemaah keluar asrama dan naiki bus yang disediakan tiap daerah menuju kampung halaman dan keluarganya,” kata Ketua PPIH.

Rapat yang juga diikuti jajaran PPIH, PPPIH, para Kakankemenag serta Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) se Aceh ini, saat hampir 40 hari jemaah Aceh kloter 1 berada di Tanah Suci.

Ikut juga rapat awal Tahun Baru 1446 H, Manajer Garuda Indonesia, Imigrasi, Kepala UPT Asrama Haji, Bea Cukai, Angkasa Pura, Kepala BKK Banda Aceh, Polresta Banda Aceh dan mitra terkait.

Kebijakan pengambilan zamzam di daerah ini, jelas Azhari yang juga Kepala Kanwil Kemenag Aceh, hasil kesepakatan dalam rakor sebelumnya, bersama Kakankemenag se Aceh.

Jadi, diingatkannya, zamzam tidak perlu dibawa pulang sendiri dalam koper, yang akan dibongkar oleh petugas bandara sebelum dinaikkan ke bagasi pesawat.

Larangan jemaah membawa air zamzam ke koper bagasi menyesuaikan aturan penerbangan maskapai Garuda Indonesia.

Kepulangan kloter perdana asal Aceh dimulai besok Rabu, 10 Juli 2024. Sebelum meninggalkan bandara Amir Muhammad bin Abdul Aziz Medinah (MED), semua barang jamaah diperiksa. Termasuk bawaan zam zam yang dilarang ikut sertakan bersama jamaah.

Pelarangan ke kabin pesawat, sebut GM Garuda Indonesia Banda Aceh Nano Setiawan, selain air mineral, juga berlaku untuk benda tajam, berbau menyengat/bau tajam, magnet, bergas, dan beberapa benda lainnya.

Untuk kelancaran penerbangan, telah diingatkan juga bagi setiap kloter akan larangan ikut sertakan benda cair seperti zamzam dalam tas, ke pesawat.

Ketua PPIH terus ingatkan petugas kloter, agar mengimbau jemaah agar mengikuti aturan tidak boleh menyertakan zamzam dalam pesawat.

Senada dengan imbauan ini, Kepala Daker Bandara H Abdillah juga telah mengimbau agar jemaah mematuhi aturan terkait barang bawaan dalam penerbangan.

Abdillah berharap jemaah haji Indonesia tidak membawa barang bawaan yang melebihi ketentuan berat yang diperbolehkan.

“Terkait barang bawaan nanti, kami mengimbau jemaah untuk mematuhi aturan penerbangan terkait barang bawaan,”kata Abdilla, yang juga jajaran Direktorat Pelayanan Haji Luar Negeri, di Mekah.

Saat fase embarkasi atau keberangkatan, pesawat yang kembali ke tanah air juga mengangkut paket zamzam milik jamaah, secara bertahap, hingga telah tiba selamat di asrama haji.

Dari bagasi pesawat Garuda Indonesia, zamzam diturunkan, dibawa mobil box ke asrama. Usai diturunkan di terminal kargo, zamzam milik jemaah, dipastikan aman dan packing putih ini diangkut ke asrama haji.

Petugas di asram menerima paket zamzam. Saat penyerahan zamzam, dalam kondisi baik. Paket zamzam itu dari Garuda, dan yang bertanggungjawab atas pengiriman, penyimpanan, dan kondisi paket dan volumenya adalah Garuda.

Sejak ada aturan, air zamzam tidak boleh dibawa pulang bersamaan dengan jamaah haji, air serba guna yang ada napak tilasnya dengan Nabi Ibrahim, Ismail, dan Hajar ini, duluan dikirim via Garuda Indonesia lewat bandara setempat.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *