LENSAPOST.NET – Kemacetan panjang yang kerap terjadi di kawasan Jembatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, terus menuai keluhan dari para pengendara. Sistem buka-tutup yang diterapkan di jalur strategis penghubung Aceh–Sumatera Utara dinilai belum berjalan efektif, dengan durasi antrean yang bisa mencapai satu jam bahkan lebih.
Keluhan tersebut turut mendapat perhatian dari Wakil Ketua DPRA dari Fraksi Partai NasDem, Saifuddin Muhammad, yang akrab disapa Yah Fud.
Menurut Yah Fud, antrean panjang terutama pada jam-jam sibuk sangat mengganggu kenyamanan dan produktivitas masyarakat. Ia menilai kondisi tersebut tidak hanya meresahkan pengendara, tetapi juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.
“Kondisi ini tentu sangat meresahkan masyarakat, khususnya pengendara. Waktu tempuh yang semakin lama bisa berdampak negatif pada kegiatan ekonomi,” ujar Yah Fud dalam keterangannya, Senin (1/5).
Ia menilai salah satu penyebab utama kemacetan adalah penerapan sistem buka-tutup oleh Dinas Perhubungan setempat yang belum optimal. Untuk itu, Yah Fud meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap mekanisme tersebut, khususnya pada waktu-waktu padat.
“Sistem buka tutup yang diterapkan perlu ditata ulang. Jangan sampai pembukaan terlalu lama di satu sisi sehingga menimbulkan antrean panjang di sisi lainnya,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mendorong adanya alternatif solusi guna mengurangi kepadatan kendaraan di lokasi tersebut. Menurutnya, manajemen lalu lintas yang lebih baik sangat dibutuhkan agar arus kendaraan dapat berjalan lebih lancar dan efisien.
Di sisi lain, Yah Fud juga menyoroti masih adanya pengendara yang melawan arus, yang turut memperparah kemacetan. Ia meminta Dinas Perhubungan bersama pihak terkait untuk bertindak tegas terhadap pelanggaran tersebut.
“Saya berharap Dishub memberi perhatian serius terhadap persoalan ini, segera mengevaluasi sistem buka tutup, serta menindak tegas pengendara yang tidak patuh,” pungkasnya.












