LENSAPOST.NET— Program rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab rekon) pascabanjir di Aceh diminta tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Hal ini disampaikan Aceh Social Development (ASD) melalui Direktur sekaligus pengamat sosial, Nasrul Sufi, di Banda Aceh.
Nasrul menegaskan, pelaksanaan rehab rekon harus mengedepankan prinsip local content, padat karya, serta inklusi ekonomi dengan melibatkan kontraktor dan pengusaha lokal secara penuh.
Pendekatan tersebut dinilai sejalan dengan konsep build back better, yaitu membangun kembali wilayah terdampak dengan kualitas yang lebih baik dan berkelanjutan.
“Data di lapangan menunjukkan ribuan rumah warga mengalami kerusakan ringan hingga berat. Akses jalan, jembatan, serta fasilitas umum juga ikut terdampak. Ini bukan hanya persoalan infrastruktur, tetapi juga menyangkut keberlanjutan mata pencaharian masyarakat,” ujar Nasrul, Jumat 26 Desember 2025.
Ia menjelaskan, skema Padat Karya Tunai (PKT) dalam proyek rehab rekon dapat menyerap tenaga kerja lokal dalam jumlah besar, mulai dari tukang bangunan, pengangkut material, hingga pelaku UMKM penyedia bahan bangunan. Selain itu, penggunaan material lokal dinilai mampu mempercepat perputaran ekonomi daerah dan mengurangi ketergantungan pada pemasok luar Aceh.
ASD juga menekankan pentingnya transparansi anggaran, akuntabilitas proyek, serta pengawasan multipihak agar dana rehab rekon tepat sasaran. Pembagian paket pekerjaan yang proporsional disebut penting untuk mencegah monopoli proyek sekaligus membuka ruang bagi kontraktor skala kecil dan menengah.
“Jika rehab rekon dikelola dengan pendekatan ekonomi lokal dan pengawasan yang kuat, dampaknya tidak hanya memulihkan bangunan, tetapi juga memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat Aceh pascabanjir,” tegasnya.
Nasrul berharap pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan menjadikan momentum pascabanjir sebagai peluang membangun sistem penanganan bencana yang lebih adil, partisipatif, dan berpihak pada masyarakat lokal. []













