LENSAPOST.NET – Program Optimalisasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian mulai menyasar sejumlah lokasi pertanian milik warga di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang dinilai belum didukung sarana penunjang memadai.
Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian. Program tersebut difokuskan pada penataan lahan kurang produktif, termasuk lahan rawa, menjadi sawah yang lebih optimal melalui perbaikan tata kelola air dan pembangunan infrastruktur pendukung.
Upaya ini diyakini mampu meningkatkan indeks pertanaman (IP) serta hasil panen petani di wilayah Abdya.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Distanpan) Abdya, Hendri Yadi, STP, mengatakan bahwa salah satu fokus utama dalam optimalisasi lahan adalah pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi tersier.
“Jaringan irigasi tersier merupakan kewenangan dinas pertanian. Ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program ketahanan pangan,” ujar Hendri, Jumat (15/5/2026).
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya melalui Distanpan terus berupaya membenahi infrastruktur yang dibutuhkan di kawasan persawahan.
“Optimalisasi pembangunan jaringan irigasi merupakan salah satu visi dan misi pemerintah daerah. Alhamdulillah, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan infrastruktur pertanian,” katanya.
Program ini juga didukung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebagai bagian dari persiapan Abdya untuk menjadi salah satu lumbung pangan di Aceh.
Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa pelaksanaan pembangunan tetap dilakukan dengan koordinasi lintas sektor, termasuk dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak balai terkait sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami berharap ke depan seluruh lahan sawah di Abdya dapat memiliki jaringan irigasi yang baik, sehingga distribusi air lebih optimal dan target peningkatan indeks pertanaman bisa tercapai,” pungkasnya.












